Video Viral Disorot, Zen Kasim Ungkap Kronologi Sebenarnya

  • 25 Feb 2026 18:47 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Plt. Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara, Zen Kasim, meluruskan video viral yang menarasikan dirinya menolak berjabat tangan dengan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Video tersebut ramai diperbincangkan publik dalam sepekan terakhir karena dinilai tidak mencerminkan etika terhadap kepala daerah.

Zen menjelaskan bahwa rekaman itu diambil pada 6 Januari 2026 saat peluncuran pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Hotel D’Hoek.

Zen yang saat itu bertindak sebagai koordinator acara mengaku terkejut setelah menerima banyak laporan dari keluarga, staf, hingga kolega terkait beredarnya video tersebut. Meski demikian, ia memilih tidak bereaksi berlebihan karena menilai narasi yang menyertai video tidak menggambarkan situasi sebenarnya.

Ia menuturkan, seluruh pejabat eselon II yang hadir telah diminta berdiri untuk menyambut kedatangan gubernur. Namun, ketika Gubernur Sherly tiba dan mulai menyalami para kepala OPD yang berbaris, Zen justru mendapat laporan mendesak dari operator terkait salah satu layar LED yang tidak berfungsi.

Dalam kondisi panik karena acara akan segera dimulai dan gubernur sudah berada di lokasi, Zen menoleh ke belakang untuk mengecek gangguan teknis tersebut. Pada saat bersamaan, gubernur berada tepat di depannya dan hendak mengulurkan tangan. Karena fokusnya teralihkan, ia tidak menyadari momen tersebut sehingga terkesan tidak menyambut jabat tangan.

“Pada saat ibu Gubernur sudah di lokasi, tiba-tiba televisi LED yang akan digunakan oleh ibu gubernur untuk Zoom langsung dengan kepala BPS pusat tiba-tiba macet dan tidak hidup, yang satunya. Saya diberitahu oleh operator dan saya juga panik pada saat itu karena kondisi ibu Gubernur sudah ada dalam lokasi, dan acara siap dimulai, saya tengok ke belakang itu sebenarnya bukan menolak ibu Gubernur,” ujar Zen di Ternate, Rabu 25 Februari 2026.

Terkait viralnya video tersebut, Zen menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus mengawasi jalannya pemerintahan daerah. Ia juga mengaku tidak mengetahui motif pihak tertentu yang menyebarkan potongan video itu lebih dari sebulan setelah kejadian berlangsung. Menurutnya, cuplikan tersebut berasal dari akun Facebook Dinas P3A Maluku Utara yang kemudian diedit oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Zen berharap klarifikasi ini dapat memberikan pemahaman utuh kepada publik, khususnya warganet, agar tidak terjadi kesalahpahaman. Ia menegaskan tetap fokus menjalankan amanah yang diberikan gubernur dan wakil gubernur serta menjaga komunikasi yang baik dengan pimpinan daerah.

“Saya sampai saat ini tetap melaksanakan tugas, apa yang diperintahkan, apa yang diarahkan oleh ibu Gubernur kepada saya selaku kepala dinas sosial sesuai dengan visi misi gubernur, untuk menangani masyarakat Maluku Utara yang tidak mampu berobat, baik di rumah sakit maupun di luar daerah,” kata Zen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....