Kelapa Muda Jadi Favorit Berbuka, Tiga Varian Malut Terlindungi
- 24 Feb 2026 09:39 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate – Kelapa muda menjadi pilihan utama warga saat berbuka puasa selama Ramadan di Maluku Utara. Kesegaran airnya serta daging buah yang lembut menghadirkan sensasi alami pelepas dahaga setelah seharian berpuasa.
Setiap sore menjelang azan magrib, lapak penjual kelapa muda ramai dipadati pembeli. Peningkatan konsumsi ini turut menggerakkan perputaran ekonomi kecil masyarakat di tingkat kelurahan.
Risal, pedagang di Kelurahan Mangga Dua, mengaku penjualannya meningkat selama Ramadan tahun ini. “Alhamdulillah di bulan puasa ini, pendapatan kami meningkat dari penjualan kelapa muda,” ucap Risal saat ditemui di lapaknya, Senin 23 Februari 2026.
Di tengah tingginya permintaan, pemerintah juga menyoroti potensi kelapa khas daerah sebagai aset komunal. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku Utara menyampaikan hal tersebut.
Budi Argap Situngkir menjelaskan tiga varietas kelapa Maluku Utara telah tercatat sebagai kekayaan intelektual komunal. Pencatatan itu dilakukan pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual untuk memberikan kepastian hukum.
Kelapa Bido asal Morotai telah resmi berstatus indikasi geografis yang diakui negara. Sementara kelapa Nui sua dari Sanana dan kelapa Takome Igo Ratu dari Ternate berstatus potensi.
“Pelindungan kekayaan intelektual komunal di antaranya potensi indikasi geografis maupun yang telah masuk menjadi indikasi geografis bertujuan untuk memberikan nilai tambah ekonomi disertai pelindungan hukum,” kata Argap.
Ia menilai perlindungan tersebut mampu meningkatkan reputasi dan daya saing komoditas lokal. Status indikasi geografis juga mempertegas keterkaitan kualitas produk dengan wilayah asalnya.
Kadiv Pelayanan Hukum, Rian Arvin, mengatakan dua varietas masih menjalani tahapan administrasi lanjutan. Pemeriksaan substantif oleh DJKI menjadi proses penting sebelum penetapan resmi diberikan.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak diperlukan agar potensi daerah segera memperoleh pengakuan nasional. “Bersama-sama mencatatkan potensi kekayaan intelektual komunal seperti pengetahuan tradisional, ekspresi budaya,” ujarnya.
Momentum Ramadan dinilai tepat memperkenalkan produk lokal yang memiliki nilai ekonomi strategis. Kelapa muda tidak hanya menyegarkan, tetapi juga merepresentasikan identitas komoditas unggulan Maluku Utara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....