Alqassam Kasuba Minta IKM Terlibat Kawasan Industri Nasional
- 22 Feb 2026 06:54 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Maluku Utara, Izzuddin Alqassam Kasuba menegaskan perlunya keberpihakan konkret kepada Industri Kecil dan Menengah (IKM) di tengah pesatnya ekspansi kawasan industri di Jawa Tengah. Penegasan itu disampaikan dalam agenda reses Komisi VII DPR RI bersama jajaran pemerintah daerah dan mitra kementerian di Provinsi Jawa Tengah, Jumat 20 Februari 2026.
Dalam forum tersebut, Alqassam menyoroti perkembangan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Kawasan Industri Kendal yang kian masif. Ia mengingatkan agar pertumbuhan industri berskala besar tidak justru menggeser peran pelaku usaha lokal.
“Jawa Tengah adalah barometer industri nasional. Kita tidak ingin masyarakat lokal dan IKM hanya menjadi penonton di tengah deru mesin pabrik-pabrik besar. Harus ada integrasi supply chain yang dipaksakan secara sistemik agar IKM lokal masuk dalam rantai pasok industri tersebut,” ujar Alqassam Kasuba.
Tak hanya soal industri, legislator asal daerah pemilihan Maluku Utara itu juga menyoroti persoalan akses permodalan UMKM yang masih banyak tergolong unbankable. Ia mendorong lahirnya skema pembiayaan alternatif yang aman agar pelaku usaha tidak terjebak pinjaman online ilegal.
“Literasi digital bukan sekadar bisa berjualan di marketplace, tapi juga soal ketahanan akses keuangan. Kami di Fraksi PKS fokus memastikan agar transformasi digital di Jawa Tengah, maupun secara nasional, tidak meninggalkan mereka yang berada di kelas ekonomi terbawah,” ucapnya.
Di sektor pariwisata, Alqassam mendorong penguatan Candi Borobudur sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas agar manfaat ekonominya menjalar hingga desa-desa wisata sekitar. Namun ia menyayangkan masih adanya wilayah blank spot siaran digital yang menghambat promosi potensi daerah.
Untuk itu, ia meminta TVRI, Radio Republik Indonesia, serta LKBN ANTARA memperkuat infrastruktur penyiaran, terlebih menjelang momentum besar seperti Piala Dunia FIFA 2026.
“Media publik harus menjadi jembatan informasi bagi produk UMKM dan destinasi wisata unggulan. Tanpa infrastruktur digital yang merata, potensi ekonomi kreatif kita sulit menjangkau pasar global,” kata Alqassam.
Alqassam menyatakan seluruh temuan di Jawa Tengah akan menjadi bahan evaluasi penting dalam rapat kerja di Senayan. Ia berharap pola pembangunan industri yang inklusif di provinsi ini bisa menjadi rujukan bagi wilayah Indonesia Timur, termasuk Maluku Utara.
“Prinsipnya adalah pertumbuhan yang berkeadilan. Industri maju, UMKM naik kelas, dan lingkungan tetap terjaga. Itulah yang akan kami kawal dalam fungsi pengawasan di Komisi VII,” kata putra Halmahera Selatan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....