Erupsi Gunung Dukono Makan Korban, Al-Qassam: Alarm Keamanan Pariwisata Alam
- 08 Mei 2026 17:33 WIB
- Ternate
Poin Utama
- Izzuddin Alqassam Kasuba menyampaikan duka cita atas erupsi Gunung Dukono yang menewaskan dua WNA asal Singapura dan menyebabkan satu pendaki lokal hilang.
- DPR menyoroti lemahnya pengawasan pendakian ilegal di Gunung Dukono dan mendesak penerapan patroli rutin, sanksi tegas, serta standar keamanan wisata alam yang lebih ketat.
- Alqassam mendorong seluruh destinasi wisata berisiko di Maluku Utara memiliki SOP mitigasi bencana, sistem peringatan dini, serta kewajiban penggunaan pemandu wisata lokal bersertifikasi.
RRI.CO.ID, Ternate - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari daerah pemilihan Maluku Utara, Izzuddin Alqassam Kasuba, menyampaikan duka mendalam atas tragedi erupsi Gunung Dukono yang dilaporkan menewaskan dua warga negara asing asal Singapura serta menyebabkan seorang pendaki lokal masih dinyatakan hilang.
“Atas nama pribadi dan mewakili masyarakat Maluku Utara, saya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban Sahnaz dan Timo. Saya juga terus mendoakan dan mendukung penuh upaya Tim SAR Gabungan agar saudara kita, Angel, dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Alqassam dalam keterangan tertulisnya kepada rri.co.id, Jumat 8 Mei 2026.
Insiden tersebut terjadi di tengah status penutupan jalur pendakian menuju kawasan gunung api aktif itu. Menurut Alqassam, peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan pariwisata alam di Maluku Utara, terutama pada destinasi berisiko tinggi.
Ia menyoroti masih lemahnya pengawasan di lapangan setelah ditemukan fakta bahwa sejumlah pendaki tetap dapat memasuki area kawah meski jalur resmi telah ditutup sejak 17 April lalu.
“Pemerintah Daerah, pengelola kawasan, serta otoritas vulkanologi harus memperkuat sinergi pengawasan di lapangan. Harus ada patroli rutin dan sanksi tegas. Tidak boleh ada toleransi bagi pendakian ilegal, karena ini menyangkut nyawa manusia,” kata Alqassam.
Selain pengetatan pengawasan, Alqassam juga mendorong penerapan standar keamanan pariwisata yang lebih terintegrasi di seluruh destinasi wisata alam Maluku Utara. Menurut dia, setiap lokasi wisata berisiko perlu memiliki prosedur mitigasi bencana yang jelas, termasuk sistem peringatan dini yang mudah dipahami wisatawan dan rambu-rambu keselamatan dalam berbagai bahasa.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi keselamatan bagi wisatawan sebelum memasuki kawasan rawan bencana, mengingat meningkatnya minat wisatawan mancanegara terhadap destinasi alam di wilayah tersebut.
Di sisi lain, Alqassam meminta optimalisasi peran pemandu wisata lokal dalam setiap aktivitas pendakian di kawasan gunung api aktif. Menurutnya, penggunaan jasa pemandu bersertifikasi yang terhubung dengan pos pengamatan resmi harus menjadi syarat wajib demi meningkatkan keselamatan wisatawan.
“Keamanan dan keselamatan adalah fondasi utama dari industri pariwisata. Jika kita ingin Maluku Utara dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, maka kita harus mampu menjamin bahwa sistem keamanan pariwisata kita juga berstandar dunia,” ucapnya.
Sebagai penutup, Alqassam mengimbau masyarakat serta wisatawan domestik dan mancanegara untuk mematuhi seluruh instruksi dan larangan dari otoritas terkait guna menghindari risiko bencana. Ia juga memberikan apresiasi kepada tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan yang masih melakukan proses pencarian dan evakuasi di tengah ancaman erupsi susulan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....