BPS: Pengangguran Terbuka di Maluku Utara Turun
- 11 Feb 2026 19:09 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Maluku Utara pada November 2025 tercatat sebesar 4,44 persen. Angka ini menunjukkan bahwa dari setiap 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar empat orang yang masih menganggur.
Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary, menjelaskan bahwa angka TPT tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Agustus 2025, TPT November 2025 turun sebesar 0,11 persen poin.
Simon Sapary menambahkan bahwa TPT merupakan indikator penting dalam melihat kondisi pasar tenaga kerja. Indikator ini menggambarkan tenaga kerja yang belum terserap serta tingkat pemanfaatan pasokan tenaga kerja di suatu wilayah.
Berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki pada November 2025 tercatat sebesar 4,12 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan TPT perempuan yang mencapai 4,97 persen.
"Dibandingkan Agustus 2025, TPT laki-laki mengalami penurunan sebesar 0,07 persen poin. Sementara itu, TPT perempuan turun lebih dalam, yakni sebesar 0,18 persen poin," kata Simon, Selasa, 10 Februari 2026.
Jika dilihat menurut daerah tempat tinggal, TPT di wilayah perkotaan tercatat sebesar 5,79 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan TPT di wilayah perdesaan yang sebesar 3,82 persen.
Dibandingkan Agustus 2025, TPT perkotaan mengalami penurunan sebesar 0,33 persen poin. Sementara itu, TPT perdesaan hanya turun tipis sebesar 0,03 persen poin.
Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT pada November 2025 menunjukkan pola yang relatif sama sejak Februari 2025. TPT tertinggi berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mencapai 7,63 persen.
Sebaliknya, TPT terendah tercatat pada lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada November 2025, TPT lulusan SMP berada pada angka 2,35 persen.
Selama periode Februari hingga November 2025, pengangguran di Maluku Utara didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada November 2025, proporsi pengangguran lulusan SMA mencapai 39,07 persen.
Sementara itu, distribusi pengangguran terendah berasal dari lulusan Diploma I/II/III. Pada November 2025, kelompok pendidikan ini hanya menyumbang 1,31 persen dari total pengangguran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....