Halteng Terima Bantuan Rp11,8 Miliar dari Kementerian Transmigrasi

  • 15 Jul 2025 19:17 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) mendapat bantuan dana sebesar Rp11.829.005.000, dari Kementerian Transmigrasi RI. Dana tersebut diserahkan secara simbolis dalam Rapat Koordinasi bersama Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, di Hotel Bela Ternate, Selasa (15/7/2025).

Dana tersebut secara simbolis diterima Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, bersama para kepala daerah kabupaten/kota lainnya. Dari enam daerah yang menerima alokasi anggaran, Halmahera Tengah tercatat sebagai penerima terbesar, melampaui kabupaten/kota lain.

Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan fasilitas di kawasan transmigrasi. Seperti wilayah Sagea dan SP III Wale, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan.

Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, merespons baik pengalokasian dana oleh Kementerian Transmigrasi RI. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kementerian atas perhatian dan dukungan yang diberikan.

“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Halmahera Tengah, kami menyampaikan terima kasih kepada Wakil Menteri. Ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan daerah, terutama kawasan transmigrasi," ucap Wakil Bupati, Ahlan Djumadil.

Kata Ahlan, pemerintah daerah Halmahera Tengah telah mengalokasikan anggaran daerah untuk mendukung infrastruktur dasar. Beberapa daerah seperti di SP II, SP III, dan SP I, termasuk jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, dan perumahan akan menjadi fokus pembangunan Pemda.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Pemkab Halteng optimis bahwa kawasan transmigrasi di Halmahera Tengah akan berkembang menjadi zona mandiri yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus menjadi model pembangunan inklusif di wilayah timur Indonesia.

Sebelumnya, dalam kegiatan itu, Wamen Viva, menyoroti beberapa hal di Maluku Utara. Satu di antaranya adalah pentingnya transmigrasi sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional berbasis geoekonomi dan geopolitik.

“Transmigrasi hari ini bukan lagi sekadar program sektoral, tetapi ini adalah strategi membuka wilayah terluar menjadi kawasan bernilai tambah," ujar Wamen Viva Yoga. Kemudian, menyeimbangkan pusat dan pinggiran, dan membangun daya saing bangsa dari desa serta kawasan timur Indonesia,"

Wamen juga mengungkapkan, Maluku Utara adalah episentrum baru ekonomi timur nusantara, dengan potensi besar dalam beberapa sektor. Seperti kelapa, pala, cengkeh, kakao, dan perikanan tangkap yang bisa dikembangkan sebagai ekosistem industri kawasan transmigrasi berbasis agro maritim.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....