Peran Ibu dalam Meraih Fadhilah Ramadan
- 14 Mar 2025 20:50 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Ramadhan, bulan yang penuh berkah, menjadi waktu yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selain sebagai waktu untuk berpuasa,
Ramadan juga menjadi momen untuk meningkatkan amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di tengah kesibukan sehari-hari, peran ibu dalam meraih fadhilah Ramadhan sangatlah krusial.
Ustazah Siti Mutiah S.Pd.I. yang juga seorang dosen menjelaskan bahwa ibu memiliki posisi yang sangat strategis dalam meraih keberkahan Ramadan.
"Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya, terutama dalam mendidik mereka tentang nilai-nilai agama dan pentingnya menjalankan ibadah dengan sungguh-sungguh " Kata Ustazah
Selain itu, Ustazah Siti juga mengingatkan bahwa Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk mengajarkan anak-anak tentang pentingnya rasa empati, kepedulian terhadap sesama, dan berbagi dengan yang membutuhkan.
"Ibu bisa mengajak anak-anak untuk berbuka bersama dengan anak yatim atau membantu orang yang membutuhkan di sekitar rumah," ucapnya.
Tidak hanya itu, ibu juga berperan dalam menciptakan atmosfer Ramadan yang penuh keberkahan di rumah. Mulai dari menyiapkan hidangan sahur dan buka puasa, hingga mengatur waktu agar seluruh anggota keluarga dapat beribadah dengan khusyuk.
"Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama. Ibu yang mampu menciptakan suasana spiritual di rumah akan lebih mudah meraih fadhilah Ramadhan," ujar Ustazah
Dalam sesi tanya jawab, Ustazah Siti Mutiah juga menanggapi pertanyaan dari seorang ibu yang mengungkapkan tantangannya membawa anak-anak untuk shalat tarawih di masjid dan mempersiapkan sahur di tengah malam.
"Memang tidak mudah bagi ibu yang harus memastikan anak-anak tetap terjaga saat tarawih dan sahur. Namun, ini adalah bagian dari proses mendidik mereka agar mencintai ibadah," ucapnya.
Ustazah menyarankan agar ibu-ibu tetap sabar dan memberikan pengertian kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan, seperti menjadikan momen sahur sebagai waktu kebersamaan dan memberikan pujian pada anak setelah mereka berhasil mengikuti tarawih dengan baik. Ini bisa menjadi pengalaman spiritual yang menyenangkan bagi mereka, sekaligus meningkatkan semangat beribadah
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....