Tahu, Makanan Sederhana dengan Sejarah Panjang

  • 28 Agt 2026 20:11 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Tahu menjadi salah satu makanan yang begitu dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Mudah ditemukan, harganya relatif terjangkau, dan dapat diolah menjadi beragam hidangan membuat tahu tetap digemari dari waktu ke waktu.

Namun, tahukah Anda bahwa tahu ternyata memiliki sejarah yang panjang? Sejumlah sumber menyebutkan tahu berasal dari Tiongkok Utara dan telah dikenal sejak sekitar tahun 164 sebelum Masehi, pada masa Dinasti Han.

Salah satu kisah yang berkembang menyebutkan tahu dikaitkan dengan Liu An, seorang pangeran dari Kota Huainan yang dikenal sebagai daerah penghasil kedelai. Ada pula pendapat bahwa tahu tercipta dari proses pengentalan susu kedelai, sehingga asal-usul makanan ini memiliki beberapa versi cerita.

Dari Tiongkok, tahu kemudian menyebar ke berbagai wilayah Asia, termasuk Jepang yang telah mengenalnya sejak sekitar abad kesembilan. Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa versi mengenai bagaimana tahu pertama kali masuk, salah satunya melalui hubungan perdagangan dengan masyarakat Tionghoa.

Seiring waktu, tahu tidak hanya menjadi makanan yang dikonsumsi apa adanya, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari berbagai kuliner Nusantara. Beberapa contohnya adalah tahu Sumedang, tahu gejrot, tahu gimbal, tahu tek, hingga tahu campur yang memiliki cita rasa dan karakter berbeda di setiap daerah.

Menariknya, perkembangan tahu tidak berhenti pada hidangan gurih atau lauk pendamping. Tahu juga dapat diolah menjadi makanan manis, seperti puding, donat tahu sutra, hingga berbagai kreasi lainnya.

Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bagaimana sebuah makanan sederhana dapat beradaptasi dengan budaya dan selera masyarakat di berbagai tempat. Dari bahan dasar kedelai, tahu kemudian tumbuh menjadi bagian dari kekayaan kuliner yang begitu beragam dan dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....