Jelang Hari Alzheimer Sedunia, Menjaga Kesehatan Otak Bisa Dimulai sejak Dini
- 20 Sep 2026 19:59 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Menjelang peringatan Hari Alzheimer Sedunia yang diperingati setiap 21 September, masyarakat diingatkan pentingnya menjaga kesehatan otak sejak dini. Mengutip pedoman terbaru Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, hingga 45 persen risiko demensia berpotensi dapat dicegah atau ditunda dengan menangani berbagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi.
Sejumlah faktor tersebut antara lain kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, tekanan darah tinggi, diabetes, kadar kolesterol tinggi, gangguan pendengaran dan penglihatan, serta paparan polusi udara. WHO juga menekankan pentingnya menerapkan pola makan sehat, tetap aktif secara fisik dan sosial, serta melakukan aktivitas yang merangsang fungsi kognitif sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan otak sepanjang kehidupan.
Sementara itu, kajian yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Healthy Longevity pada 2026 menelaah 12 penelitian dari delapan negara mengenai berbagai intervensi untuk pencegahan demensia.
Dikutip dari hasil kajian tersebut, edukasi dan pendekatan interaktif, termasuk penilaian risiko secara personal dan edukasi terstruktur, dapat membantu meningkatkan pengetahuan serta perilaku yang berkaitan dengan pengurangan risiko demensia. Salah satu pendekatan yang diteliti menunjukkan perbaikan sebesar 26 persen pada status faktor risiko yang dapat dimodifikasi selama tiga tahun.
Namun, para peneliti menekankan bahwa bukti mengenai dampak jangka panjang masih terbatas. Karena itu, hasil penelitian tersebut tidak dapat diartikan sebagai jaminan bahwa seseorang akan terbebas dari demensia.
Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Public Health pada 2026 juga menyoroti hubungan antara aktivitas fisik dan risiko demensia. Berdasarkan systematic review dan meta-analysis terhadap puluhan penelitian dengan jutaan peserta, tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih rendah.
Meski demikian, penelitian tersebut juga mencatat bahwa kekuatan bukti masih bervariasi dan hubungan antara aktivitas fisik dan risiko demensia dapat berbeda berdasarkan jenis aktivitas yang dilakukan.
Karena itu, menjaga kesehatan otak dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti rutin bergerak, menjaga pola makan, mengontrol tekanan darah, gula darah dan kolesterol, tidak merokok, menjaga kesehatan pendengaran dan penglihatan, serta tetap aktif berinteraksi dan melakukan aktivitas yang merangsang pikiran.
Berbagai penelitian tersebut menunjukkan bahwa mengendalikan faktor risiko yang dapat dimodifikasi dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan otak dan mengurangi risiko penurunan kognitif di kemudian hari. Namun, faktor usia, genetik, dan kondisi kesehatan lainnya juga dapat berperan dalam terjadinya demensia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....