Rambut Tetap Sehat Meski Seharian Berhijab, Ini Kuncinya
- 29 Agt 2026 14:21 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Mengenakan hijab sepanjang hari kerap dikaitkan dengan berbagai keluhan pada rambut dan kulit kepala, mulai dari lepek, gatal, hingga ketombe. Namun kondisi tersebut sebenarnya bisa dicegah asalkan pola perawatan rambut dilakukan secara tepat dan konsisten.
Sejumlah penelitian ilmiah dalam negeri mengonfirmasi keterkaitan antara kebiasaan berhijab dengan kondisi kesehatan rambut. Studi yang dipublikasikan di ResearchGate terhadap 120 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung mencatat prevalensi kerontokan rambut jenis telogen effluvium mencapai 55,8 persen pada responden. Namun, penelitian tersebut menyimpulkan bahwa penggunaan hijab semata tidak berhubungan signifikan secara statistik dengan kerontokan itu (p = 0,86), sehingga faktor lain seperti perawatan rambut, stres, hingga nutrisi turut berperan penting dalam kesehatan rambut para hijabers.
| Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan saat Cuaca Panas |
Sementara itu, penelitian yang dipublikasikan di Fakumi Medical Journal (Jurnal Mahasiswa Kedokteran Universitas Muslim Indonesia) mengungkap bahwa daya serap keringat bahan hijab, jenis bahan hijab seperti katun, sifon, dan polyester, kebiasaan berhijab dalam kondisi rambut basah, hingga pemakaian hijab lebih dari 12 jam per hari, secara statistik berhubungan signifikan dengan kondisi kesehatan rambut. Frekuensi keramas dalam seminggu, penggunaan sampo, dan pemakaian conditioner juga terbukti berpengaruh terhadap kualitas rambut.
Riset lain di jurnal Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Universitas Airlangga, terhadap 143 mahasiswi berhijab, turut menemukan bahwa penggunaan jilbab dan perawatan rambut sama-sama berpengaruh signifikan terhadap kesehatan kulit kepala dan rambut mereka.
Dari ketiga penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kulit kepala yang tertutup hijab sepanjang hari cenderung lebih lembap dan sulit mendapat sirkulasi udara. Kondisi ini menjadi lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab ketombe, rasa gatal, hingga kerontokan rambut, apabila tidak diimbangi dengan perawatan yang memadai.
Berdasarkan temuan-temuan tersebut, para peneliti merekomendasikan beberapa langkah perawatan yang dapat membantu menjaga kesehatan rambut hijabers. Pertama, memastikan rambut benar-benar kering sebelum mengenakan hijab, karena kondisi basah dapat mempercepat pertumbuhan jamur dan melemahkan akar rambut. Kedua, memilih bahan hijab dan dalaman (ciput) yang menyerap keringat serta tidak membatasi sirkulasi udara. Ketiga, menjaga frekuensi keramas secara rutin dengan sampo dan conditioner yang sesuai dengan jenis rambut. Serta yang tidak kalah penting, membatasi durasi pemakaian hijab yang terlalu lama tanpa jeda, karena penggunaan lebih dari 12 jam per hari terbukti berhubungan dengan penurunan kualitas rambut.
Dengan pola perawatan yang konsisten, hijab tidak perlu menjadi penghalang bagi siapa pun untuk tetap memiliki rambut yang sehat, kuat, dan bebas dari masalah kulit kepala.
Sumber:
- ResearchGate, studi hubungan penggunaan hijab dengan kejadian telogen effluvium pada mahasiswi FK Universitas Islam Bandung
- Fakumi Medical Journal, "Pengaruh Penggunaan Hijab dan Frekuensi Keramas terhadap Kondisi Kesehatan Rambut"
- Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Universitas Airlangga, "The Relationship Between the Use of Headscarves (Hijab) and Hair Loss (Effluvium) Prevalence in Medical Students"
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....