Kemarau Panjang Picu Peningkatan Kasus ISPA dan DBD di Ternate

  • 01 Sep 2026 11:35 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate – Musim kemarau panjang mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat di Kota Ternate. Cuaca panas, udara kering dan paparan debu meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, terutama infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam Dialog Interaktif Ternate Pagi, Selasa (1/9/2026), dengan tema “Dampak Kemarau Panjang bagi Kesehatan”. Dialog menghadirkan dokter spesialis anak yang mewakili Direktur RSUD Hasan Boesoirie Ternate serta Kepala Puskesmas Kalumata.

Dokter spesialis anak dari RSUD Hasan Boesoirie, dr. Yayu Dwinita Jasin, Sp.A., menjelaskan, hingga Agustus 2026 belum terjadi peningkatan jumlah pasien secara signifikan di rumah sakit. Meski demikian, sejumlah penyakit mulai menunjukkan kecenderungan meningkat, seperti ISPA, diare, infeksi saluran pernapasan bawah, bronkitis, asma dan pneumonia pada anak.

Menurutnya, kondisi cuaca yang panas dan berangin membuat debu lebih mudah beterbangan di udara. Paparan debu tersebut dapat mengganggu saluran pernapasan, terlebih pada anak-anak yang sistem daya tahan tubuhnya masih berkembang.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kalumata, dr. Khatimah Albaar, menyebut ISPA menjadi salah satu kasus yang paling banyak ditemukan selama Juli dan Agustus 2026. Dari sekitar 100 hingga 200 kunjungan pasien setiap hari, sekitar 60 hingga 70 kunjungan di antaranya merupakan kasus ISPA.

Kasus tersebut didominasi anak-anak berusia di atas lima tahun hingga sekitar 12 tahun. Tingginya aktivitas dan interaksi anak di luar rumah serta paparan debu dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Selain ISPA, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi penyakit lain selama kemarau, terutama ketika terjadi keterbatasan air bersih. Warga yang menyimpan persediaan air di rumah perlu memastikan tempat penampungan tetap bersih agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab demam berdarah dengue atau DBD.

Dokter RSUD Hasan Boesoirie menjelaskan, kasus DBD masih ditemukan di Kota Ternate sepanjang tahun, termasuk pada musim kemarau. Penyimpanan air akibat keterbatasan pasokan perlu diwaspadai karena nyamuk Aedes dapat berkembang biak pada genangan air bersih.

dr. Khatimah menambahkan, pada Agustus 2026 ditemukan tiga kasus DBD di salah satu kelurahan wilayah kerjanya. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan kegiatan fogging di lokasi yang dinilai berisiko.

Namun, fogging bukan menjadi langkah utama dalam pencegahan DBD. Masyarakat tetap diharapkan aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M Plus, antara lain menguras dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin serta memastikan tidak ada wadah yang dapat menampung air dan menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk.

Menghadapi cuaca panas, masyarakat juga diminta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan memperbanyak minum air. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika suhu sedang tinggi untuk mencegah tubuh mengalami kekurangan cairan.

Bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan pelindung kulit seperti sunblock juga dianjurkan. Langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko iritasi kulit akibat paparan sinar matahari dan kondisi udara yang kering.

Puskesmas Kalumata terus melakukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kepada masyarakat di kelurahan-kelurahan. Petugas juga dapat turun langsung melalui tim promosi kesehatan dan kesehatan lingkungan apabila terdapat laporan mengenai dampak kemarau di lingkungan warga.

Sementara itu, RSUD Hasan Boesoirie memastikan ketersediaan air bersih untuk pelayanan rumah sakit masih aman. Rumah sakit juga telah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi peningkatan jumlah pasien, termasuk menambah ruang perawatan dan tempat tidur serta mempercepat mobilitas pasien.

Masyarakat diimbau tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat selama musim kemarau. Kecukupan air, pembatasan aktivitas saat cuaca sangat panas, penggunaan pelindung saat berada di luar ruangan serta kebersihan lingkungan dan tempat penampungan air menjadi langkah penting untuk mencegah gangguan kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....