10 Persen Anak Indonesia Berisiko Gangguan Kesehatan Mental

  • 15 Mar 2026 09:43 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Masalah kesehatan mental pada anak di Indonesia kini menjadi perhatian serius pemerintah dan tenaga kesehatan. Hasil skrining Program Cek Kesehatan Gratis periode 2025–2026 menunjukkan indikasi gangguan mental pada anak. Program tersebut telah memeriksa sekitar tujuh juta anak dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, hampir sepuluh persen anak terdeteksi mengalami indikasi gangguan kesehatan mental. Angka tersebut setara dengan sekitar tujuh ratus ribu anak yang menunjukkan berbagai gejala psikologis. Kondisi ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah untuk memperkuat perhatian terhadap kesehatan mental anak.

Data skrining menunjukkan sebagian anak mengalami gejala kecemasan yang cukup memengaruhi aktivitas keseharian mereka. Tercatat sekitar 4,4 persen atau 338 ribu anak mengalami indikasi gangguan kecemasan. Sementara itu sekitar 4,8 persen atau 363 ribu anak terdeteksi memiliki gejala depresi.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa gangguan kesehatan mental pada anak sebenarnya cukup besar di Indonesia. Namun selama ini banyak kasus belum terdeteksi karena keterbatasan skrining kesehatan mental. Upaya pemeriksaan dini dinilai penting untuk mengetahui kondisi psikologis anak secara lebih akurat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai data tersebut memberikan gambaran nyata mengenai kondisi kesehatan mental anak. Ia menyebutkan bahwa skrining menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi masalah sejak usia dini. Dengan deteksi awal, anak dapat memperoleh dukungan yang tepat sebelum gangguan berkembang lebih serius.

Gangguan kesehatan mental pada anak dapat dipicu oleh berbagai faktor lingkungan maupun sosial. Konflik keluarga sering menjadi salah satu penyebab yang memengaruhi kondisi psikologis anak. Selain itu perundungan di sekolah dan tekanan akademik juga turut berkontribusi terhadap munculnya gangguan mental.

Situasi tersebut menunjukkan pentingnya dukungan dari keluarga sekolah serta lingkungan sekitar anak. Pendampingan yang baik dapat membantu anak mengelola emosi dan menghadapi tekanan kehidupan sehari hari. Lingkungan yang sehat juga dapat mencegah munculnya gangguan psikologis pada anak sejak dini.

Pemerintah berencana memperluas program skrining kesehatan mental kepada lebih banyak anak di Indonesia. Target yang ingin dicapai mencapai sekitar 25 juta anak dalam beberapa tahun ke depan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih luas mengenai kondisi kesehatan mental generasi muda.

Selain memperluas skrining, pemerintah juga memperkuat layanan dukungan psikologis melalui berbagai fasilitas kesehatan. Layanan konseling serta bantuan darurat disiapkan untuk membantu anak yang membutuhkan pendampingan. Program ini menjadi bagian dari upaya nasional meningkatkan kualitas kesehatan mental masyarakat Indonesia.

Upaya deteksi dini serta dukungan psikologis diharapkan mampu melindungi kesehatan mental anak secara berkelanjutan. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental juga perlu terus ditingkatkan. Dengan kolaborasi berbagai pihak, kesehatan mental anak Indonesia diharapkan dapat terjaga dengan lebih baik di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....