Jangan Disepelekan, Ini Gejala Penyakit Difteri
- 14 Sep 2025 04:20 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Beberapa waktu lalu di Kota Ternate ditemukan adanya kasus difteri yang menyerang anak. Hal itu terungkap setelah Dinas Kesehatan Ternate, menerima laporan dari dokter spesialis di Ternate Selatan, yang menangani pasien tersebut.
Difteri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium. Bakteri ini dapat menyerang orang yang memiliki kekebalan tubuh yang rendah, terutama anak-anak.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, gejala difteri antara lain demam yang tidak terlalu tinggi, biasanya dibawah 38 derajat celcius. Selain itu, terbentuknya selaput putih keabu-abuan ini merupakan lapisan tipis atau tebal yang menutupi amandel, faring atau bagian belakang tenggorokan, laring, atau menutupi hidung dan mudah berdarah sat dilepas.
Gejala berikutnya adalah sakit tenggorokan terutama saat menelan dan pembengkakan pada leher. Pembengkakan ini terjadi pada getah bening di leher dan jaringan lunak leher yang disebut bullneck.
| Baca juga: Mandi Malam Picu Rematik? Simak Faktanya |
Selanjutnya terjadi masalah pernapasan, seperti sesak napas sulit bernapas, napas cepat atau suara mengorok karena adanya selaput di sakuran napas. Gejala lain yang muncul adalah suara serak, lemas, lelah dan pilek cair atau bercampur darah.
Penderita difteri bisa tidak menunjukkan gejala sama sekali, atau gejalanya sangat ringan seperti flu biasa. Namun ini tidak bisa disepelekan karena jika tidak ditangani, racun dari bakteri ini dapat merusak jantung, ginjal atau otak.
Difteri dapat dicegah dengan memberikan imunisasi berupa vaksin DPT (Difteri- Pertusis-Tetanus). Pemberian vaksin DPT primer biasanya dilakukan sebanyak tiga kali, dosis pertama saat anak berusia 2 bulan, dosis kedua saat anak berusia 3 atau 4 bulan, dan dosis ketiga diberikan saat anak berusia 4 atau 6 bulan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....