Roblox Menghadirkan Dua Akun Baru, Roblox Kids dan Roblox Select di Indonesia

  • 28 Mei 2026 17:17 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan sistem akun berbasis usia pada platform permainan digital populer. Kebijakan ini diterapkan pada Roblox untuk pengguna berusia di bawah enam belas tahun. Langkah ini bertujuan memperkuat perlindungan anak dalam ekosistem digital yang terus berkembang pesat.

Penerapan sistem tersebut merupakan tindak lanjut koordinasi antara pihak Roblox dan pemerintah Indonesia. Kementerian terkait, yaitu Kementerian Komunikasi dan Digital, turut berperan dalam pembahasan kebijakan tersebut. Implementasi ini juga sejalan dengan regulasi nasional terkait perlindungan anak di ruang digital.

Kebijakan tersebut merujuk pada Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik. Regulasi ini dikenal luas sebagai PP TUNAS yang menitikberatkan keamanan pengguna anak. Tujuan utamanya adalah memastikan anak memperoleh pengalaman digital yang aman dan sesuai dengan usia mereka.

Melalui pembaruan ini, Roblox menghadirkan dua kategori akun baru untuk pengguna di Indonesia. Kategori pertama adalah Roblox Kids yang diperuntukkan bagi anak usia lima hingga dua belas tahun. Selain itu, kategori Roblox Select ditujukan bagi pengguna berusia tiga belas hingga lima belas tahun.

Sistem ini mengintegrasikan berbagai fitur perlindungan dalam satu kerangka pengawasan digital terpadu. Fitur tersebut meliputi verifikasi usia, pembatasan konten, serta moderasi aktivitas pengguna secara berkelanjutan. Selain itu, kontrol orang tua juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan akun anak.

Pengguna dengan akun Roblox Kids hanya dapat mengakses konten dengan kategori minimal dan ringan. Selain itu, fitur komunikasi pada kategori ini tidak diaktifkan untuk menjaga keamanan interaksi pengguna. Sementara itu, akun Roblox Select memiliki akses lebih luas dengan pengawasan dan persetujuan orang tua.

Chief Safety Officer Roblox, Matt Kaufman, menegaskan pentingnya sistem perlindungan sejak awal penggunaan platform. Ia menyatakan bahwa pembaruan ini dirancang untuk memastikan anak hanya mengakses konten sesuai usia. Pendekatan tersebut dinilai penting dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan bertanggung jawab.

Selain Indonesia, sistem serupa juga mulai diterapkan di sejumlah negara lain secara bertahap. Negara seperti Selandia Baru, Australia, dan Belanda menjadi bagian dari implementasi awal kebijakan ini. Ke depan, fitur ini direncanakan akan diperluas ke berbagai negara sebagai standar global perlindungan anak.

Langkah ini mencerminkan pergeseran kebijakan platform digital menuju regulasi yang lebih ketat dan adaptif. Perlindungan anak menjadi prioritas utama dalam menghadapi tantangan dunia digital yang semakin kompleks. Dengan demikian, Indonesia dinilai menjadi pelopor dalam penerapan sistem keamanan digital berbasis usia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....