Karhutla di Halmahera Barat, Pemda Minta Bantuan Helikopter Water Bombing

  • 04 Okt 2026 20:28 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Halmahera Barat- Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah setempat sejak 19 September 2026.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Halmahera Barat, Irfan Idrus, mengatakan upaya penanganan terus dilakukan, baik di lokasi kebakaran maupun melalui koordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

"Berbagai cara kita lakukan agar penanganan karhutla di Halbar bisa teratasi," kata Irfan kepada media ini, Minggu 4 Oktober 2026.

Menurut Irfan, salah satu kebakaran yang cukup besar terjadi di kawasan Gunung Gam Konora. Kebakaran di kawasan tersebut telah ditangani, tetapi proses pemadaman menghadapi kendala karena titik api berada di area puncak gunung dengan kondisi medan yang terjal.

"Kebakaran yang terjadi di Gam Konora itu, tim dari BPBD Halbar sudah turun ke lokasi. Tetapi lagi-lagi terkendala karena kebakaran tersebut terjadi di area puncak gunung dengan medan yang terjal, sehingga pemadaman yang dilakukan sedikit terhambat," ujarnya.

Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat telah berkoordinasi dengan TNI/Polri, PGA Gunung Ibu dan Gam Konora, Satpol PP dan Damkar, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat di kawasan terdampak.

Irfan menambahkan, Pemkab Halmahera Barat juga telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Maluku Utara dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta dukungan penanganan karhutla.

Salah satu bantuan yang diajukan berupa helikopter patroli dan water bombing untuk membantu pemadaman dari udara.

"Soal kebakaran hutan, kami dari Pemda Halbar tidak tinggal diam. Kami terus berupaya berkoordinasi, bahkan menyurat ke BNPB pusat untuk dapat menangani karhutla ini," katanya.

BPBD Halmahera Barat, lanjut Irfan, juga telah melakukan pemantauan menggunakan drone untuk mengetahui sebaran area yang terbakar. Dokumentasi tersebut kemudian dikirimkan kepada BNPB melalui laporan Pusdalops.

"Kami juga telah melakukan foto drone terkait sebaran lahan yang terbakar dan sudah dikirimkan ke BNPB melalui laporan Pusdalops," ujarnya.

Irfan berharap BNPB dapat segera merespons permohonan bantuan tersebut sehingga penanganan karhutla di Halmahera Barat dapat dilakukan secara lebih optimal. "Kita berharap bantuan helikopter patroli dan water bombing segera tiba di Halbar, sehingga upaya penanganan karhutla dapat lebih optimal," pungkasnya.(*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....