14 Desa di Halbar Krisis Air Dampak Kemarau, Pemda Fokus Penuhi Kebutuhan Warga

  • 29 Agt 2026 11:51 WIB
  •  Ternate

RRI,CO,ID, Halmahera Barat - Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, menyebabkan 14 desa di wilayah tersebut mengalami krisis air bersih.

Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Barat Julius Marau mengatakan, 14 desa yang terdampak tersebar di lima kecamatan dari total sembilan kecamatan di daerah itu.

"Desa-desa yang dilaporkan oleh para camat ini saat ini dilakukan penanganan," kata Julius saat dikonfirmasi, Sabtu 29 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan dari masing-masing camat, krisis air bersih terjadi di empat desa di Kecamatan Tabaru, satu desa di Kecamatan Ibu, empat desa di Kecamatan Ibu Selatan, dua desa di Kecamatan Sahu, dan dua desa di Kecamatan Jailolo.

Untuk menangani krisis air bersih tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat bekerja sama dengan PT Vipol untuk menyalurkan air bersih ke desa-desa terdampak.

Julius mengatakan, PT Vipol menyediakan fasilitas dan air bersih yang kemudian disalurkan kepada masyarakat di desa yang membutuhkan.

"Untuk skema penanganannya, kami Pemda Halmahera Barat bekerja sama dengan PT Vipol. Jadi PT Vipol yang menyediakan fasilitas serta menyalurkan air bersih ke desa-desa yang saat ini mengalami krisis air," ujarnya.

Selain berdampak terhadap ketersediaan air bersih, kemarau panjang juga mulai memengaruhi sektor pertanian di Halmahera Barat.

Namun, Julius mengatakan, pemerintah daerah saat ini masih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan air untuk konsumsi rumah tangga.

"Jadi untuk sementara ini kami Pemda bersama PT Vipol memenuhi kebutuhan air bersih untuk warga agar bisa digunakan untuk minum, mencuci, atau mandi dulu. Sementara air untuk tanaman-tanaman petani kami juga upayakan," katanya.

Julius menambahkan, Pemkab Halmahera Barat tetap berupaya mencari langkah penanganan terhadap dampak kemarau pada sektor pertanian.

Dengan demikian, penanganan krisis air bersih untuk kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas pemerintah daerah, sembari menyiapkan upaya untuk membantu kebutuhan air bagi lahan pertanian yang terdampak kemarau.(*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....