Kota Tidore Targetkan Kembali Raih Adipura pada 2027
- 28 Agt 2026 05:22 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Tidore – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menargetkan kembali meraih penghargaan Adipura pada 2027. Target tersebut ditempuh melalui penguatan pengelolaan sampah dengan melibatkan perangkat pemerintah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Tidore Kepulauan tercatat telah meraih Piala Adipura sebanyak 10 kali sepanjang perjalanan penghargaan tersebut. Delapan penghargaan diraih berturut-turut pada 2009-2016, kemudian kembali pada 2018 dan terakhir pada 2023. Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Tidore Kepulauan menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan.
Adipura juga dinilai telah menjadi identitas sekaligus kebanggaan masyarakat Kota Tidore Kepulauan. Hal itu disampaikan Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Tidore Kepulauan, Rudy Ipaenin. Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Ekspose Kinerja Pengelolaan Sampah Menuju Adipura, Kamis 27 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore Kepulauan tersebut berlangsung di Aula Handayani. Lokasi kegiatan berada di Kantor Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan. Rudy mengatakan, pembangunan daerah periode 2025-2029 diarahkan mewujudkan visi Tidore Kepulauan yang aman dan berkelanjutan.
Visi tersebut mencakup kota yang terlindungi, layak huni, bersih, sehat, tertata, inklusif, dan berbudaya. Menurut Rudy, pengelolaan sampah menjadi salah satu bagian penting dalam mewujudkan visi pembangunan tersebut. “Terwujudnya visi tersebut salah satunya melalui pengelolaan sampah yang baik,” kata Rudy.
Ia menegaskan, kota yang aman dan nyaman tidak akan terwujud apabila persoalan sampah diabaikan. Menurutnya, kota yang ramah harus mampu menyediakan lingkungan bersih, sehat, tertata, dan nyaman bagi masyarakat. Rudy menyebut capaian Adipura merupakan kebanggaan masyarakat sekaligus bukti pengalaman Tidore mengelola kebersihan kota.
Penghargaan tersebut juga mencerminkan kemampuan daerah membangun lingkungan yang bersih dan tertata. Namun, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mengakui pelayanan persampahan masih belum optimal di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan lintas perangkat pemerintahan, bukan hanya Dinas Lingkungan Hidup.
“Masih ada wilayah dan lokasi yang belum mendapatkan pelayanan persampahan secara optimal,” ujarnya. “Persoalan ini tidak mungkin diselesaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup seorang diri,” kata Rudy. Karena itu, camat dan lurah diminta memperkuat peran dalam penanganan persoalan persampahan di wilayah masing-masing.
“Persampahan harus menjadi bagian dari penyelenggaraan pemerintahan sampai tingkat kecamatan dan kelurahan. Persampahan adalah tanggung jawab bersama. Target 2027, Kota Tidore Kepulauan harus kembali meraih Adipura,” ucap Rudy.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kota Tidore Kepulauan Rahmawati Muhammad Sinen dan Ketua DWP Nuraen Ismail Dukomalamo. Turut hadir Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku Azri Rasul serta pimpinan OPD terkait. Hadir pula para camat dan lurah se-Pulau Tidore, pengelola TPS3R, Bank Sampah Induk, komunitas lingkungan, serta dunia usaha.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....