Rawat Bahasa Ibu, Dinas Pendidikan Sula Gelar Festival Tunas Bahasa
- 26 Agt 2026 14:30 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Sanana - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kepulauan Sula menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Kepulauan Sula, Rabu 26 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sula tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Sula, Muhlis Soamole.
Dalam sambutannya, Muhlis mengatakan FTBI bukan sekadar kegiatan perlombaan bagi anak-anak, tetapi menjadi bagian penting dalam upaya menjaga, melestarikan, dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah.
"Festival Tunas Bahasa Ibu bukan sekadar kegiatan perlombaan bagi anak-anak kita. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya kita untuk menjaga, melestarikan, dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah sebagai bagian dari identitas dan jati diri masyarakat Kepulauan Sula," ujar Muhlis.
Menurutnya, bahasa ibu merupakan warisan yang tidak ternilai. Di dalam bahasa daerah tersimpan sejarah, nilai-nilai budaya, kearifan lokal, tata krama, serta cara pandang masyarakat terhadap kehidupan.
Karena itu, kata dia, ketika bahasa daerah tetap hidup dan digunakan oleh generasi muda, maka keberlangsungan kebudayaan daerah juga ikut terjaga.
"Dalam konteks tersebut, saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu ini. Terutama kepada para guru, orang tua, panitia, serta semua pihak yang terus memberikan ruang kepada anak-anak kita untuk belajar dan menggunakan bahasa ibu dengan bangga," katanya.
Muhlis menegaskan, pelaksanaan FTBI harus menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar, berkarya, sekaligus menunjukkan bahwa bahasa daerah bukan sesuatu yang harus ditinggalkan di tengah perkembangan zaman.
Sebaliknya, bahasa daerah, menurutnya, harus mampu berjalan seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman. "Kita dapat menggunakan bahasa daerah dalam berbagai bentuk kreativitas, seni, sastra, pertunjukan, maupun media digital," katanya.
Ia juga mengingatkan para guru dan orang tua agar terus memberikan teladan kepada anak-anak dalam menggunakan bahasa ibu, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Menurutnya, pelestarian bahasa daerah tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari.
"Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula tentu memiliki komitmen untuk mendukung penguatan pendidikan dan kebudayaan daerah. Kita ingin pembangunan tidak hanya menghasilkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang berkarakter dan mengenal akar budayanya," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....