Bupati Halmahera Utara Resmi Buka Diklat Paskibraka 2026
- 03 Agt 2026 07:28 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Halmahera Utara – Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Halmahera Utara Tahun 2026 di Hotel Bryken, Desa Wosia, Kecamatan Tobelo Tengah, Minggu 2 Agustus 2026 malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIT itu dihadiri Sekretaris Daerah E.J. Papilaya, Kapolres Halmahera Utara AKBP Elrichson Pasaribu, Kajari Halmahera Utara Rahmat, Danramil 1508-01/Tobelo Mayor Arh Muhammad Ali, Kepala Badan Kesbangpol Hairudin Dodo, jajaran pimpinan OPD, pelatih, panitia, calon Paskibraka, serta tamu undangan lainnya.
Dalam laporannya, Kepala Badan Kesbangpol Halmahera Utara Hairudin Dodo menjelaskan bahwa proses pembentukan Paskibraka Tahun 2026 mengacu pada ketentuan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Surat Keputusan Bupati Halmahera Utara. Seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan melalui aplikasi Transparansi Paskibraka.
Sebanyak 257 siswa mendaftar secara daring, terdiri atas 121 putra dan 136 putri. Setelah melalui serangkaian seleksi administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Intelegensia Umum, hingga seleksi terpusat yang meliputi parade, kesehatan, Peraturan Baris Berbaris (PBB), kesamaptaan, dan kepribadian, akhirnya ditetapkan 60 calon Paskibraka yang terdiri dari 30 putra dan 30 putri.
Menurut Hairudin, para peserta berasal dari 15 SMA/sederajat di Kabupaten Halmahera Utara. Selain itu, daerah tersebut juga berhasil meloloskan tiga siswa terbaik sebagai anggota Paskibraka Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 yang kini sedang mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan di Sofifi.
Hairudin menambahkan, sesuai Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022, Paskibraka merupakan program kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila. Karena itu, selama diklat peserta tidak hanya menerima pelatihan baris-berbaris, tetapi juga pembinaan kepemimpinan, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, hingga pencegahan radikalisme.
Pelaksanaan diklat didukung lima pelatih, terdiri atas dua personel Kodim 1508/Tobelo dan tiga personel Polres Halmahera Utara yang sebelumnya telah mengikuti pra-diklat selama 10 hari.
Sementara itu, Bupati Piet Hein Babua menegaskan bahwa seluruh peserta merupakan hasil seleksi murni tanpa intervensi pihak mana pun. Ia berharap para calon Paskibraka mampu menjadi generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan memiliki semangat nasionalisme yang tinggi.
Menurutnya, tugas Paskibraka bukan sekadar mengibarkan dan menurunkan Bendera Merah Putih, melainkan menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, cinta tanah air, persatuan, dan kebhinekaan.
Bupati juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan Paskibraka tahun ini tidak melibatkan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Halmahera Utara karena masih adanya dualisme kepengurusan organisasi tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, telah berupaya memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut, namun belum tercapai kesepakatan.
Ia meminta agar jumlah pengasuh dari unsur TNI dan Polri ditambah, termasuk personel polisi wanita (Polwan), untuk mendampingi para peserta selama mengikuti pendidikan dan pelatihan.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan disiplin, mematuhi instruktur dan panitia, serta menjaga semangat kebersamaan demi suksesnya pelaksanaan tugas pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Usai sambutan, Bupati melakukan penyematan tanda peserta sebagai simbol resmi dibukanya Diklat Paskibraka Kabupaten Halmahera Utara yang berlangsung pada 2–18 Agustus 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....