Wali Kota Tidore Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

  • 19 Jun 2026 21:11 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Tidore - Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menghadiri pencanangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 Provinsi Maluku Utara yang berlangsung di Ballroom Sahid Bela Hotel, Ternate, Kamis 18 Juni 2026 malam.

Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dilakukan secara resmi oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, bersama Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, serta para bupati dan wali kota se-Maluku Utara. Kegiatan tersebut ditandai dengan pemukulan tifa sebagai simbol dimulainya pelaksanaan sensus ekonomi di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Sinen menegaskan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan data yang jujur, valid, dan akurat kepada petugas pendataan.

“Saya berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan memberikan informasi yang benar dan lengkap. Data yang akurat akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan yang tepat sasaran,” kata Muhammad Sinen.

Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah di Kota Tidore Kepulauan untuk mendukung penuh pelaksanaan sensus, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan.

Menurutnya, camat, lurah, kepala desa, serta seluruh perangkat pemerintahan harus bersinergi dengan petugas lapangan BPS guna mempermudah akses pendataan dan mempercepat proses pengumpulan data.

“Kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan petugas BPS akan menciptakan kenyamanan bagi masyarakat serta mendukung kelancaran pelaksanaan sensus,” ujarnya.

Muhammad Sinen menambahkan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan akan terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan BPS Kota Tidore Kepulauan untuk memastikan kualitas data daerah tetap terjaga dan terbebas dari kendala administrasi.

Sementara itu, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis dalam memotret perkembangan dan perubahan struktur ekonomi nasional maupun daerah.

Khusus di Maluku Utara, kata Amalia, pertumbuhan ekonomi yang pesat dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya transformasi ekonomi yang signifikan. Jika sebelumnya perekonomian daerah didominasi sektor pertanian dan komoditas rempah-rempah, kini industri pengolahan nikel menjadi salah satu sektor utama penggerak ekonomi.

Selain itu, sektor pariwisata dan perikanan juga dinilai memiliki potensi besar yang terus berkembang dan membutuhkan dukungan data yang akurat untuk pengembangan kebijakan.

Amalia menuturkan, SE2026 juga dirancang untuk menangkap perubahan pola aktivitas ekonomi masyarakat yang semakin terdigitalisasi, termasuk meningkatnya transaksi ekonomi berbasis platform digital dan perdagangan daring yang belum terdokumentasi secara menyeluruh pada sensus sebelumnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat menjadi basis data yang komprehensif dalam mendukung perencanaan pembangunan berkelanjutan.

“Data yang valid bukan sekadar angka statistik, tetapi menjadi fondasi penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif serta berkelanjutan,” kata Amalia.

Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting bagi Maluku Utara untuk memperoleh gambaran terkini mengenai kondisi perekonomian daerah, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan pembangunan di masa mendatang.(*)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....