Kanwil Kemenag Maluku Utara Dorong Kemerdekaan Akhlak dalam Peringatan Maulid
- 26 Agt 2026 06:22 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Setiap 12 Rabiul Awal menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, manusia agung yang diutus Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam. Kehadiran Rasulullah membawa misi besar untuk menyempurnakan akhlak manusia dan membangun kehidupan yang berlandaskan kasih sayang, keadilan, keteladanan, serta kemuliaan budi pekerti.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Amar Manaf, mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tahun ini yang jatuh pada 25 Agustus 2026 memiliki makna yang semakin kuat karena bertepatan dengan momentum peringatan ke-81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, Maulid Nabi tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Tetapi harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
"Kalau dahulu para pejuang bangsa berjuang merebut kemerdekaan dari penjajahan secara fisik, maka tugas kita hari ini adalah mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Bukan hanya merdeka secara fisik, tetapi juga harus merdeka secara akhlak,” ujar Amar Manaf.
Amar Manaf menambahkan, ikhtiar membangun akhlak masyarakat sejalan dengan berbagai program Kementerian Agama. Dimana menempatkan penguatan nilai agama, pendidikan karakter, moderasi beragama, dan pembinaan kehidupan keagamaan sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Kementerian Agama juga terus mendorong penguatan moderasi beragama sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang rukun, toleran dan mampu hidup berdampingan di tengah kemajemukan. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari akhlak Rasulullah saw. yang mengajarkan penghormatan, kasih sayang, keadilan dan menjaga hubungan baik dengan sesama.
Menurut Amar, tantangan generasi saat ini tidak lagi hanya berupa penjajahan dalam bentuk fisik. Perkembangan teknologi dan media sosial menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran hoaks, ujaran kebencian, perundungan, intoleransi, hingga berbagai konten yang dapat merusak karakter generasi muda.
Karenanya, ia mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama di Maluku Utara menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. sebagai momentum memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Sekaligus menghadirkan keteladanan dalam menjalankan tugas. "Keteladanan Rasulullah harus kita mulai dari diri sendiri, dari keluarga, lingkungan kerja, kemudian kita tularkan kepada masyarakat," katanya berpesan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....