Siswa SD di Ternate Diduga Meninggal Gegera Bullying
- 14 Sep 2024 14:00 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) berinisial N usia (11) tahun di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara meninggal karena diduga jadi korban Bullying temannya sendiri.
Kakek korban, Iwan saat dikonfirmasi mengatakan, Sabtu (14/9/2024) mengakui, cucunya tidak pernah melapor jika sering mendapat perlakuan kasar oleh teman-temannya di sekolah.
"Anak ini tidak suka melapor ke kami sebagai orang tua, nanti sudah sakit baru dia bilang bahwa teman-temannya pukul,"ungkapnya.
Iwan menambahkan, cucunya yang diduga menjadi korban Bullying ini, bersekolah di SD Negeri 4 Monunutu Kota Ternate dan saat ini sudah berada di bangku kelas 6.
Iya juga menambahkan, almarhum cucunya mengaku sering kali dipukul namun tidak pernah dibalas karena cucunya tidak suka berkelahi.
"Anak ini tidak suka berkelahi. anak ini lembut-lembut. Jadi kesempatan dia punya teman-teman pukul dia, kasihan," katanya sedih.
Iwan bilang sesuai keterangan dari almarhum cucunya bahwa mereka memukul cucunya bagian belakang kepala.
Sebelum menghembuskan napas terakhir lanjut Iwan, korban sempat menyebutkan dua nama yang seri g memukulnya saat berada di sekolah.
"Menurut dia (almarhum) ada dua orang yang suka memukul dia, mereka bernama Abang dan Dede, tetapi menurut teman-temannya banyak yang pukul dia," katanya dengan nada merendah.
Lebih lanjut Iwan mengakui, korban terakhir bersekolah pada hari Selasa kemarin, karena pada hari Rabu 11 September 2024 dini hari, korban sudah mulai demam sehingga tak bisa ke sekolah.
"Dia sekolah terakhir hari selasa, hari rabu jam 4 subuh dia bilang dia demam. Nanti hari Kamis baru dia bilang karena sudah tidak tahan bahwa kepalanya sakit,"ujarnya.
Selaku kakek kata Iwan, keluarga tidak mau melakukan otopsi terhadap cucunya.
"Tidak usah sudah, kami dari keluarga tidak mau otopsi, kami juga belum melapor ke pihak berwajib,” ujarnya seraya meminta pihak sekolah agar menindak siswa-siswa yang diduga terlibat pemukulan cucunya.
Terpisah Kasat Reskrim Polres Ternate, IPTU Bondan Manikutomo saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Dirinya mengakui, semua langkah telah dilakukan tim penyidik Polres Ternate untuk melakukan penyelidikan kematian korban.
Hanya saja, untuk mengetahui pasti penyebab kematian korban, pihak keluarga tidak mau dilakukan otopsi terhadap jasad korban yang disertai dengan surat pernyataan penolakan otopsi di polsek Ternate Selatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....