UMKM Maluku Utara Tumbuh Pesat, Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja
- 28 Apr 2026 06:37 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Maluku Utara terus menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Berdasarkan data tahun 2024, jumlah UMKM di wilayah ini hampir mencapai 195 ribu unit usaha dan menjadi tulang punggung dalam penyerapan tenaga kerja.
Kondisi tersebut menegaskan bahwa sektor UMKM tidak hanya berfungsi sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga sebagai penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat hingga ke wilayah kepulauan. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, menegaskan bahwa UMKM merupakan kekuatan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tingkat bawah.
Menurutnya, keberadaan UMKM memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan. "UMKM bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Potensinya sangat besar untuk terus dikembangkan,” ujar Handi, ditulis RRI, Selasa, 28 April 2026.
Ia menambahkan, penguatan sektor ini menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata di seluruh wilayah Maluku Utara. Kontribusi UMKM juga tercermin dari tingginya daya serap tenaga kerja yang mencapai 584.988 orang.

Angka ini menempatkan UMKM sebagai sektor strategis dalam menekan angka pengangguran. Selain itu, sektor ini juga berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja yang luas.
Meski demikian, struktur UMKM di Maluku Utara masih didominasi oleh usaha mikro yang mencapai sekitar 95 persen. Sementara itu, usaha kecil hanya menyumbang 4 persen dan usaha menengah sekitar 1 persen.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya meningkatkan kualitas dan daya saing pelaku usaha di daerah. Untuk menjawab tantangan tersebut, Bank Indonesia terus mendorong berbagai program penguatan UMKM.
Upaya tersebut meliputi peningkatan kapasitas produksi, digitalisasi transaksi melalui QRIS, hingga perluasan akses pembiayaan. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pelaku UMKM naik kelas dan lebih kompetitif di pasar yang semakin terbuka.
Dari sisi persebaran, Kota Ternate masih menjadi pusat aktivitas UMKM dengan jumlah mencapai 69.742 unit usaha. Posisi berikutnya ditempati Halmahera Selatan dengan 48.279 unit usaha.
Meski masih terpusat di wilayah tertentu, peluang pertumbuhan UMKM di daerah lain dinilai cukup besar seiring peningkatan infrastruktur dan konektivitas. Bank Indonesia optimistis pertumbuhan UMKM akan semakin merata ke berbagai wilayah, seperti Halmahera Barat, Tidore, hingga Morotai. Daerah-daerah tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pembangunan infrastruktur guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Data tersebut merujuk pada hasil olahan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku Utara tahun 2024. Informasi ini menjadi acuan penting dalam merumuskan kebijakan pengembangan ekonomi daerah ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....