BI Malut Terus Dorong Penggunaan Sistem Pembayaran Digital
- 22 Nov 2025 19:52 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Percepatan ekonomi digital dinilai menjadi kunci penting dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan pertumbuhan ekonomi daerah. Menyadari urgensi tersebut, RRI membuka ruang dialog dalam program Ternate Sore Ini dengan menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maluku Utara, Jumat,(21/11/2025)
Putu Agus Santika selaku Analis Kantor Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara.
Dalam obrolan bertema “Digitalisasi Sistem Pembayaran sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Daerah”, Putu Agus Santika selaku Analis Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Maluku Utara menegaskan bahwa BI terus memperkuat ekosistem ekonomi digital melalui perluasan sistem pembayaran berbasis digital.
Menurutnya, transformasi digital bukan hanya tren, melainkan kebutuhan untuk mempercepat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Bank Indonesia terus mendorong penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS untuk mendukung transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Digitalisasi ini penting untuk meningkatkan inklusi ekonomi dan mendorong pertumbuhan daerah,” ujar Putu.
Ia menjelaskan, penerapan sistem digitalisasi BI memberikan dampak signifikan terutama di sektor perdagangan, UMKM, hingga layanan publik. QRIS dinilai terbukti membantu pelaku usaha mengurangi biaya transaksi sekaligus memperluas pasar.
Ia menambahkan bahwa BI juga aktif melakukan pendekatan kreatif ke masyarakat, salah satunya dengan menggelar konser dan kegiatan publik lainnya untuk langsung mempromosikan penggunaan layanan pembayaran digital.
Sekretaris Bapenda Maluku Utara, At.H.Muhamamad.
Sementara itu, Sekretaris Bapenda Maluku Utara, At H. Muhamamad menyoroti pentingnya digitalisasi dalam layanan pendapatan daerah, khususnya terkait pengelolaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Ia memaparkan sejumlah inovasi Bapenda, termasuk layanan E-Samsat QRIS, yang mempermudah masyarakat membayar pajak kendaraan secara online tanpa harus mengantre.
“Dengan E-Samsat QRIS, masyarakat dapat membayar PKB maupun BBNKB cukup dari ponsel. Ini bagian dari komitmen kami untuk memberikan pelayanan cepat dan transparan,” ujarnya.
Dia juga menyinggung kebijakan keringanan pajak, termasuk pembebasan pajak berjalan dan pengurusan PKB-BPKB yang kini bisa dilakukan lebih efisien berkat digitalisasi.
At menyampaikan bahwa saat ini Bapenda menjalankan program Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, berupa gratis pembayaran pajak kendaraan hingga akhir November.
“Masyarakat cukup membayar pajak tahun berjalan saja, meskipun masih memiliki tunggakan. Kebijakan ini diberlakukan untuk meringankan beban wajib pajak dan meningkatkan kepatuhan,” ucapnya.
Selain itu, pengurusan PKB-BPKB alat berat kini semakin efisien seiring penerapan digitalisasi layanan.
Obrolan di program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat ekonomi digital serta mendorong sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memperluas ekosistem pembayaran digital di Maluku Utara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....