Ketua DPRD Tidore Dukung Bahasa Tidore Masuk Kurikulum Sekolah
- 15 Mei 2026 10:15 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID,Tidore-Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Ade Kama, mendukung langkah Dinas Pendidikan yang menerapkan Bahasa Tidore dalam kurikulum pembelajaran di sekolah-sekolah.Hal itu disampaikan Ade Kama saat dikonfirmaai pada Jum'at 15 Mei 2026.
Menurut Ade, Bahasa Tidore merupakan identitas budaya daerah yang harus terus dilestarikan, terutama di kalangan generasi muda saat ini.
Ia menilai penggunaan Bahasa Tidore dalam kehidupan sehari-hari mulai berkurang dan jarang digunakan oleh anak-anak usia sekolah. Karena itu, kebijakan memasukkan Bahasa Tidore sebagai muatan lokal dinilai menjadi langkah yang tepat.
“Kami berharap Bahasa Tidore ini harus diketahui oleh seluruh generasi Tidore. Fakta saat ini hampir 50 persen anak usia sekolah tidak lagi mengetahui Bahasa Tidore. Sehingga Bahasa Tidore dimasukkan sebagai kurikulum di sekolah itu sangat baik dan DPR pada prinsipnya sepakat serta mendukung langkah ini,” kata Ade Kama.
Selain mendukung penerapan Bahasa Tidore di sekolah, Ade juga mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan yang berencana menetapkan hari tertentu sebagai hari penggunaan Bahasa Tidore.
Menurut dia, penerapan Bahasa Tidore tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi juga perlu diterapkan dalam aktivitas pemerintahan dan kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Itu jauh lebih penting jika Bahasa Tidore dijadikan bahasa wajib yang diterapkan di setiap instansi dalam satu hari kerja. Jadi tidak hanya di sekolah, tetapi di setiap aktivitas masyarakat Kota Tidore Kepulauan selalu menggunakan Bahasa Tidore, termasuk ASN,” ujarnya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Jamil Hadi, mengatakan Bahasa Tidore telah dimasukkan sebagai muatan lokal di sekolah dasar sejak beberapa tahun terakhir.
“Bahasa daerah sudah dimasukkan sebagai muatan lokal di sekolah. Dasarnya juga sudah ada peraturan wali kota,” kata Jamil, Jumat 1 Mei 2026 lalu.
Ia menjelaskan, saat ini mata pelajaran Bahasa Tidore baru diterapkan bagi siswa kelas IV sekolah dasar di seluruh wilayah Kota Tidore Kepulauan.
“Sejak tahun lalu sudah diterapkan, tetapi baru satu kelas, yakni kelas IV di seluruh sekolah dasar,” katanya.
Namun, pada tahun ajaran baru mendatang, Dinas Pendidikan berencana memperluas penerapan Bahasa Tidore untuk seluruh jenjang kelas sekolah dasar, mulai kelas I hingga kelas VI.
“Rencananya pada tahun ajaran baru ini akan kami tingkatkan, dari sebelumnya hanya satu kelas menjadi semua kelas, dari kelas I sampai kelas VI,” ujar Jamil.
Meski demikian, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan tenaga pengajar yang memiliki kemampuan dan pemahaman baik terhadap Bahasa Tidore.
“Ada kendala, salah satunya tenaga pengajar. Guru harus tahu betul Bahasa Tidore. Itu menjadi tantangan kami, tetapi perlahan akan kami benahi,” kata Jamil.(*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....