TP PKK Tidore Dorong Pelestarian Budaya Tradisional di Era Digital
- 11 Mei 2026 09:54 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID,Tidore-Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan, Hj. Rahmawati Muhammad Sinen, mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah di tengah perkembangan era digital.
Hal tersebut disampaikan Rahmawati saat menutup secara resmi Festival Budaya Sumkusu III di Kelurahan Ome, Sabtu (9/5/2026) malam.
Menurut Rahmawati, tantangan zaman saat ini menuntut generasi muda untuk mampu memanfaatkan teknologi, termasuk media sosial, sebagai sarana mempromosikan budaya tradisional kepada masyarakat luas.
“Peran generasi muda sangat penting sebagai penerus dalam menjaga tradisi serta melestarikannya, salah satunya melalui penggunaan media sosial untuk mempromosikan budaya tradisional di era digital,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Rahmawati juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, khususnya ibu-ibu Majelis Ta’lim dan PKK Kelurahan Ome yang dinilai berperan besar dalam menyukseskan festival budaya tersebut.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia, ibu-ibu Majelis Ta’lim dan ibu-ibu PKK Kelurahan Ome yang luar biasa sehingga kegiatan festival ini dapat terlaksana dengan baik dan sukses,” katanya.
Ia menilai festival budaya tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas, tetapi juga memperlihatkan peran perempuan sebagai agen perubahan dalam pelestarian budaya.
“Seorang perempuan dan ibu memang tidak sempurna, tetapi mereka hadir, berpartisipasi, memberikan motivasi dan inspirasi, terutama dalam membimbing generasi muda,” ujar Rahmawati.
Melalui tema “Lestarikan Budaya, Mempererat Persaudaraan”, Rahmawati turut mendukung tarian dana-dana dan tarian naro oti yang ditampilkan dalam Festival Sumkusu III untuk diusulkan sebagai warisan budaya takbenda.
Menurutnya, tarian naro oti menggambarkan kehidupan masyarakat Ome pada masa lampau dan memiliki nilai budaya yang penting untuk dilestarikan.
“Selain tarian dana-dana, ada juga tarian naro oti yang menceritakan kehidupan masyarakat Ome zaman dahulu. Melalui kajian yang matang, mudah-mudahan dapat diusulkan menjadi warisan budaya takbenda,” katanya.
Rahmawati berharap Festival Budaya Sumkusu tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi sarana memperkuat komitmen masyarakat dalam menjaga budaya lokal di tengah perkembangan zaman.(*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....