Karhutla Meluas di Halmahera Timur, Petugas Kewalahan Padamkan Api
- 17 Sep 2026 21:38 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Halmahera Timur - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. Titik api dilaporkan muncul hampir di setiap kecamatan, sementara petugas menghadapi keterbatasan personel dan sarana pemadaman.
Kepala BPBD Halmahera Timur, Darso Gadja, menyatakan kondisi di lapangan semakin sulit ketika kebakaran terjadi di wilayah pegunungan yang jauh dari permukiman. Medan yang tinggi serta keterbatasan sumber air membuat proses pemadaman tidak dapat dilakukan secara maksimal.
“Kondisi tersebut diperparah oleh cuaca panas dan angin kencang yang menyebabkan api mudah menyebar. Dengan wilayah Halmahera Timur yang cukup luas, petugas juga kesulitan menjangkau titik kebakaran yang berada jauh dari kawasan permukiman,” ujar Darso kepada rri.co.id, Kamis 17 September 2026.
Dalam penanganan karhutla, BPBD berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), TNI dan Polri, serta sejumlah perusahaan swasta. Untuk wilayah yang dapat dijangkau, pemadaman dilakukan menggunakan sarana Damkar pemerintah daerah.
Sementara di sejumlah wilayah lainnya, dukungan juga datang dari perusahaan melalui anak perusahaan JAS serta unsur TNI. Di Maba, misalnya, personel TNI turut mendukung pemadaman dengan dukungan dua unit mobil Damkar dan satu mobil tangki.
“Tapi lagi-lagi ketika sudah di jangkauan yang agak tinggi, kita sudah nggak mampu lagi untuk melakukan pemadaman. Kita terbatas personel dan sarana,” kata Kepala BPBD Halmahera Timur.

Untuk kondisi terkini, kata Darso, titik kebakaran yang masih menjadi perhatian berada di wilayah Wasile Selatan, Maba, dan kawasan pegunungan di belakang Kota Maba. Sementara kebakaran yang sebelumnya terjadi di Buli, Maba, dan Maba Selatan telah berhasil dipadamkan.
“Kebakaran di belakang Kota Maba disebut berada di kawasan pegunungan dan jauh dari lahan perkebunan masyarakat. Kondisi serupa juga menjadi kendala dalam penanganan kebakaran di wilayah Wasile Timur,” ucap.
Upaya penanganan juga dilakukan melalui rekayasa cuaca. Tim dari Jakarta sebelumnya didatangkan untuk membantu menghasilkan hujan buatan di wilayah Halmahera, khususnya kawasan Wasile, Wasile Timur hingga Maba.
Namun, hujan yang turun belum merata karena terjadi di sejumlah titik dengan durasi yang berbeda-beda. Sebagian wilayah hanya mendapatkan gerimis, sementara di lokasi lain hujan berlangsung sekitar setengah jam sehingga belum mampu memadamkan seluruh titik api.
BPBD Halmahera Timur melalui Sekretaris Daerah juga telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat sejak awal Agustus 2026. Imbauan tersebut telah disebarkan ke seluruh 10 kecamatan hingga tingkat desa.
“Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran kebun maupun lahan secara sembarangan. Masyarakat juga diminta memperhatikan penggunaan puntung rokok agar tidak dibuang sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran,” katanya mengimbau.
Meski demikian, BPBD menilai kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah munculnya titik api baru, mengingat luas wilayah dan keterbatasan personel maupun sarana pemadaman yang dimiliki pemerintah daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....