Karhutla di Kota Ternate Capai 79 Kejadian, Warga Diminta Waspada
- 17 Sep 2026 20:52 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate — Kebakaran di Kota Ternate, Maluku Utara, tercatat mencapai 84 kejadian sejak Januari hingga September 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 79 kejadian di antaranya merupakan kebakaran hutan dan lahan.
Plt Kepala Pemadam Kebakaran Kota Ternate, Naim Syafar, menyebut kebakaran terjadi di sejumlah wilayah Kota Ternate, dengan beberapa lokasi yang cukup sering terdampak, di antaranya Kelurahan Tubo, Sango, kawasan belakang Bandara Sultan Babullah, dan Kelurahan Tarau.
“Dalam beberapa hari terakhir, petugas harus bergerak cepat menangani sejumlah kebakaran yang terjadi hampir bersamaan. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman harus dilakukan secara maksimal, terutama di lokasi yang memiliki medan sulit,” ujar Naim kepada rri.co.id, Kamis 17 September 2026.
Naim menyatakan, untuk mendukung penanganan karhutla, petugas telah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan menyiapkan sejumlah sarana pemadaman. Salah satunya berupa tiga bak penampung air yang berada di Kelurahan Bula, Tobololo, dan Loto, Kecamatan Ternate Barat.
“Untuk pos-pos pemadaman, kami sudah berkoordinasi dengan para pihak dan menyiapkan bak penampung yang bisa dipenuhi oleh warga,” ucapnya.
Ia juga terus melakukan sosialisasi kepada pemerintah kelurahan dan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran di kawasan hutan maupun perkebunan selama musim kemarau. Musim panas yang telah berlangsung sekitar lima bulan dinilai meningkatkan risiko penyebaran api.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membakar sampah secara sembarangan, terutama di sekitar kawasan pegunungan. Api yang awalnya kecil dikhawatirkan merambat dan berdampak hingga ke kawasan permukiman.
Menurut Naim, penyebab kebakaran di Kota Ternate sejauh ini diduga berkaitan dengan faktor kelalaian dan unsur kesengajaan masyarakat ketika melakukan pembakaran di area perkebunan maupun lingkungan sekitar.
“Sekecil apa pun pembakaran, jangan dianggap aman. Pada musim kemarau seperti ini, pembakaran sangat berisiko,” katanya.
Sementara itu, proses pemadaman di sejumlah lokasi menghadapi kendala medan. Di kawasan Tubo, misalnya, petugas harus melewati areal Batu Angus untuk menuju titik kebakaran. Kondisi jalan dan medan yang sulit membuat proses pemadaman membutuhkan tenaga dan dukungan lebih.
Karena itu, koordinasi terus dilakukan bersama BPBD, TNI-Polri, pemerintah kelurahan, serta masyarakat untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.
Ia mengimbau seluruh masyarakat Kota Ternate bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....