Tim PKM Unkhair Kembangkan Materi IPAS Berbasis QR Code di SD Negeri 85 Ternate

  • 08 Jun 2026 19:06 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Khairun (Unkhair) menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi dengan mengembangkan materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) menggunakan QR Code di SD Negeri 85 Kota Ternate. Program tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 6 Juni 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat sekolah dasar.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) serta Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unkhair bersama pihak sekolah. Inovasi tersebut dirancang untuk menghadirkan media pembelajaran yang lebih interaktif, mudah diakses, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan.

Sebelum pelaksanaan pelatihan, Tim PKM Unkhair terlebih dahulu melakukan observasi lapangan dan analisis kebutuhan di SD Negeri 85 Kota Ternate. Hasil kajian tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital yang relevan dengan kurikulum dan kebutuhan peserta didik.

Berdasarkan hasil observasi tersebut, tim kemudian menyelenggarakan pelatihan terpadu yang diikuti oleh 11 guru. Kegiatan pelatihan dirancang secara interaktif dengan menghadirkan sejumlah pemateri yang memiliki kompetensi di bidang pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi.

Materi pelatihan meliputi pembuatan video pembelajaran yang disampaikan oleh Nuz Chairul Mugrib, pembuatan kuis interaktif oleh Roni Kurniawan, serta pembuatan modul pembelajaran berbasis QR Code yang dibawakan oleh Andi Ramadani.

Melalui pelatihan tersebut, para guru dibekali keterampilan untuk menghasilkan materi pembelajaran digital yang dapat diakses siswa secara lebih mudah melalui perangkat elektronik dengan memanfaatkan teknologi QR Code.

Ketua Tim PKM Unkhair, Roni Kurniawan, mengatakan bahwa program ini lahir dari kebutuhan nyata yang ditemukan di lapangan. Menurutnya, masih terdapat keterbatasan dalam pemanfaatan media pembelajaran interaktif yang sejalan dengan perkembangan teknologi dan tuntutan kurikulum saat ini.

“Kegiatan ini merupakan respons positif dari hasil observasi tim kami yang melihat masih kurangnya pemanfaatan media pembelajaran interaktif yang selaras dengan kurikulum dan perkembangan teknologi. Selain itu, kami juga melihat adanya keterbatasan guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis digital,” ujarnya.

Roni menambahkan, program tersebut juga menjadi implementasi nyata dari program Kemendiktisaintek Berdampak yang mendorong perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi melalui pengabdian masyarakat, penerapan teknologi tepat guna, dan peningkatan kualitas pembelajaran.

“Program ini juga mendorong pembelajaran kolaboratif, keterlibatan mahasiswa di luar kampus, serta penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 85 Kota Ternate, Nuryani Taufik, menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menilai penguasaan teknologi menjadi kebutuhan penting bagi tenaga pendidik dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, khususnya guru-guru, karena tuntutan zaman dan perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kesiapan guru dan tenaga pendidik di sekolah. Kami berharap setelah kegiatan ini tetap dilakukan pendampingan dan evaluasi secara berkesinambungan oleh pihak tim pelaksana pengabdian,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Tim PKM Unkhair berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan evaluasi pascapelatihan. Pendampingan tersebut bertujuan memastikan modul pembelajaran IPAS berbasis QR Code dapat disempurnakan dan diterapkan secara optimal dalam proses belajar mengajar.

Program ini juga didukung oleh dosen anggota Yusuf Maronta, serta mahasiswa yang terlibat, yakni M. Rizky, Tutul, Hatija, Wa Ode Nurwali, Melisa Putri, dan M. Guntur Arjon. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang berdampak langsung bagi peningkatan kualitas pembelajaran siswa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....