Balai Bahasa Peringati HBII bersama Siswa di Halsel

  • 11 Feb 2026 19:26 WIB
  •  Ternate

RRI CO.ID, Halmahera Selatan - Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara berkolaborasi dengan SD Negeri 8 Halmahera Selatan menggelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional (HBII) 2026 pada Rabu, 11 Februari 2026 secara hybrid. Kegiatan ini menjadi upaya strategis untuk meningkatkan peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam pelindungan, pelestarian, dan pengembangan bahasa ibu.

Acara dibuka secara resmi oleh Dr. Dora Amalia, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Secara daring, kegiatan ini turut dihadiri Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Pengajar Utama bahasa Bacan, Pengajar Utama bahasa Taliabu, serta pemerhati bahasa Sula.

Sementara itu, kegiatan luring di SD Negeri 8 Halmahera Selatan dihadiri langsung oleh kepala sekolah dan Forum TBM Kabupaten Halmahera Selatan. Suasana semakin semarak dengan penampilan para siswa yang sebelumnya merupakan peserta Festival Tunas Bahasa Ibu Kabupaten Halmahera Selatan Tahun 2025.

Dalam kesempatan tersebut, para siswa unjuk kebolehan melalui tembang tradisi, dongeng, dan puisi berbahasa daerah. Tidak hanya itu, mereka juga menampilkan kemampuan berhitung serta pengenalan anggota tubuh menggunakan bahasa Bacan.

Antusiasme siswa tampak begitu tinggi sepanjang kegiatan berlangsung, meski acara digelar secara hybrid. Semangat mereka mencerminkan harapan baru bagi keberlanjutan bahasa ibu di kalangan generasi muda Maluku Utara.

Kepala SD Negeri 8 Halmahera Selatan, Ahmadi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara atas pelibatan sekolahnya dalam kegiatan ini. Ia menyebut kesempatan tersebut sebagai pengalaman baru dan berharga, khususnya dalam upaya pelestarian bahasa daerah di lingkungan sekolah.

Ahmadi menegaskan bahwa program ini diharapkan mampu menumbuhkembangkan tunas bahasa ibu di sekolah. “Bahasa ibu harus kita kembangkan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Nukman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam rangkaian Peringatan HBII 2026. Ia menekankan bahwa pelibatan generasi muda sejalan dengan tema HBII yang mendorong peran generasi muda dalam membentuk masa depan pendidikan multibahasa.

Menurut Nukman, generasi muda menjadi kunci eksistensi bahasa ibu di masa depan. Ia berharap momentum ini menjadi titik awal penguatan komitmen bersama dalam melindungi dan melestarikan bahasa daerah.

Dr. Dora Amalia menegaskan bahwa peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional merupakan bentuk penghormatan terhadap keberadaan bahasa daerah sebagai ciri khas dan kekayaan budaya masyarakat. Dengan memperingatinya, bahasa daerah diharapkan tetap hidup dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai penutur yang akan mewariskan bahasa ibu kepada generasi berikutnya. Menurutnya, langkah yang dilakukan Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara sangat relevan dengan tema yang diusung UNESCO, terutama karena menyasar anak-anak sebagai tunas bahasa ibu.

Apresiasi tinggi turut disampaikan Dr. Dora kepada tim Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengajak seluruh peserta untuk bergembira dalam merayakan bahasa ibu masing-masing sebagai identitas dan kebanggaan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....