Puluhan Guru di Halsel Ikut Bimtek Bahasa Daerah

  • 14 Feb 2026 19:50 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Halmahera Selatan - Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Pengajar Utama Bahasa Daerah di Kabupaten Halmahera Selatan pada tanggal 10--12 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan.

Ketua Tim Kerja Pelindungan Bahasa dan Sastra, Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Damaz Aristy Sisvareza menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan bagi guru dan komunitas yang merupakan penutur jati bahasa Bacan dan Makian Luar untuk diimplementasikan dalam pembelajaran bahasa daerah di sekolah dan komunitas.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta dapat memperoleh ilmu dan pengetahuan terkait materi pembelajaran bahasa daerah yang nantinya akan diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas dan komunitas,” kata Damaz. Sejumlah 80 orang dari penutur bahasa Bacan dan Makian Luar menjadi peserta kegiatan yang merupakan perwakilan guru SD, SMP, dan komunitas yang ada di

Kabupaten Halmahera Selatan.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan, Muhammad Agus Umar, mengatakan bahwa bagaimana cara mempertanggungjawabkan sebuah konsep pembelajaran bahasa daerah agar bisa diterima dalam dunia pendidikan secara luas apabila regulasinya di tingkat Kabupaten Halmahera Selatan belum ada.

“Meskipun secara regulasi belum ada, tetapi penerapan di lapangan khususnya tingkat pendidikan dasar dan menengah bisa dilaksanakan,” ujar Muhammad. Ia menambahkan, tugas balai bahasa cukup berat. Di satu sisi harus menginternasionalisasikan bahasa Indonesia, di sisi lain harus merevitalisasi bahasa daerah agar tidak punah sebagai sebuah identitas.

Sementara itu, Asisten III Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Halmahera Selatan, Bustami Soleman, mengatakan bahwa bahasa daerah adalah identitas, martabat, dan akar budaya. Jika akar ini dibiarkan kering, maka cepat atau lambat pohonnya juga akan rapuh.

Bahasa daerah tidak akan bertahan jika hanya dibicarakan di forum-forum, tetapi harus diimplementasikan dan diwariskan, terutama kepada anak-anak kita. “Kegiatan bimbingan teknis ini saya nilai sangat tepat, sebab menyasar para guru dan komunitas penutur jati yang akan menjadi jembatan antara generasi tua dan generasi muda,” kata Bustami.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan mendukung penuh upaya pelindungan dan revitalisasi bahasa daerah. Ia juga

mengimbau kepada para peserta agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai sebuah formalitas, tetapi ilmu yang diperoleh harus diterapkan, diajarkan kembali, dan dijaga kesinambungannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....