Islam dan Budaya Hidup Bersih

  • 19 Jan 2026 11:17 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Ajaran Islam memiliki perhatian besar terhadap kebersihan diri hingga kebersihan lingkungan. Hal ini mengemuka dalam dialog interaktif bertema Islam, Kesehatan, dan Budaya Bersih yang menghadirkan Ustaz Basir Ishak dan dr. M. Assegaf, Kepala Rumah Sakit di Kota Ternate.

Dalam dialog tersebut, Ustaz Basir Ishak menegaskan bahwa kebersihan merupakan bagian tak terpisahkan dari ibadah. Ia menjelaskan bahwa wudu bukan sekadar membersihkan anggota tubuh, tetapi merupakan syarat sah salat. “Wudu adalah pintu masuk sahnya salat. Tanpa wudu, salat tidak sah. Karena itu Islam mengatur secara detail soal mandi, istinja, hingga wudu dalam fikih,” ucapnya.

Menurut Ustaz Basir, ajaran tentang mandi, baik mandi hadas kecil maupun hadas besar seperti mandi junub, nifas, dan haid, menunjukkan bahwa Islam sangat menekankan kesucian fisik dan spiritual. Ia juga menegaskan bahwa istinja tidak hanya berlaku bagi orang yang meninggal, tetapi juga wajib dilakukan oleh orang yang masih hidup sebagai bagian dari menjaga kebersihan dan kesucian diri.

“Perbedaan orang hidup dan orang yang wafat itu tipis. Prinsip kebersihannya sama, hanya pelaksanaannya yang berbeda. Ini menunjukkan betapa Islam memuliakan manusia, baik saat hidup maupun setelah wafat,” ujarnya.

Sementara itu, dr. M. Assegaf menambahkan perspektif medis terhadap praktik kebersihan dalam Islam. Ia menyebutkan bahwa wudu yang dilakukan lima kali sehari memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa. Berdasarkan penelitian modern, mencuci anggota tubuh yang menjadi bagian wudu dapat mengurangi bakteri pada kulit hingga 90 persen.

“Area seperti tangan, wajah, mulut, hidung, dan kaki adalah bagian tubuh yang paling sering terpapar kuman. Wudu secara rutin membantu menurunkan risiko infeksi dan menjaga kebersihan kulit,” kata dr. Assegaf.

Ia juga menjelaskan bahwa mandi junub dari sudut pandang medis sangat penting untuk mencegah infeksi saluran kemih, menjaga kesehatan organ reproduksi, serta menormalkan kondisi kulit dan pH tubuh. “Praktik kebersihan yang diajarkan Islam sejalan dengan prinsip pencegahan penyakit dalam dunia medis modern,” tambahnya.

Tidak hanya membahas kebersihan diri, dialog tersebut juga menyoroti pentingnya budaya bersih di lingkungan masyarakat. dr. Assegaf mengingatkan bahwa membuang sampah sembarangan dapat menimbulkan risiko kesehatan, banjir, hingga pencemaran laut. Ia menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat untuk menanamkan kesadaran menjaga lingkungan.

Ustaz Basir Ishak pun mengaitkan persoalan lingkungan dengan nilai keimanan. Ia mengutip ajaran Rasulullah SAW bahwa menyingkirkan gangguan dari jalan merupakan sedekah. “Membuang sampah sembarangan bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga bernilai dosa karena membahayakan orang lain,” ujarnya.

Keduanya sepakat bahwa masyarakat Ternate yang religius dan berbudaya memiliki modal besar untuk mewujudkan kota yang bersih dan sehat. Namun, diperlukan penguatan edukasi, keteladanan, serta regulasi yang tegas agar budaya bersih benar-benar menjadi kebiasaan bersama.

Dialog ini menegaskan bahwa kebersihan dalam Islam bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga investasi kesehatan jangka panjang dan wujud kepedulian sosial. Dengan memadukan nilai agama dan ilmu kesehatan, budaya bersih diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang sehat, lingkungan yang indah, serta kehidupan yang lebih berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....