Tiga Emas Boccia Indonesia Menggema dari Seoul

  • 15 Sep 2026 04:52 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Medali emas berkilau di Seoul setelah tim boccia Indonesia mencatat sejarah pada kejuaraan dunia tersebut. Indonesia membawa pulang tiga emas dan satu perak dari World Boccia Championship 2026 di Seoul. Prestasi tersebut sekaligus menempatkan Merah Putih sebagai negara dengan koleksi emas terbanyak pada kejuaraan.

Handayani membuka catatan kemenangan Indonesia melalui nomor BC1 putri pada kejuaraan dunia bergengsi tersebut. Penampilannya menjadi salah satu penentu penting dalam torehan prestasi gemilang tim boccia Indonesia tahun ini. Keberhasilan itu memperlihatkan konsistensi atlet Indonesia menghadapi persaingan dunia yang semakin kompetitif dan ketat.

Pada nomor BC1 putra, Muhammad Afrizal Syafa turut menyumbangkan medali emas penting bagi Indonesia. Raihan tersebut semakin lengkap melalui nomor mixed BC1/BC2 yang juga dimenangi tim Indonesia secara meyakinkan. Afrizal Syafa, Felix Ardi Yudha, dan Gischa Zayana menjadi bagian penting dari kemenangan tersebut.

Sementara itu, Felix Ardi Yudha harus puas membawa pulang medali perak nomor BC2 putra. Catatan tersebut menambah warna dalam perjalanan Indonesia sepanjang kejuaraan dunia di Seoul, Korea Selatan. Empat medali menjadi bukti kekuatan Indonesia dalam menghadapi persaingan boccia tingkat internasional yang ketat.

World Boccia Championship 2026 berlangsung di Seoul, Korea Selatan, pada 24 Agustus hingga 4 September. Sepanjang kompetisi, para atlet Indonesia menunjukkan kemampuan menjaga fokus serta menghadapi tekanan pertandingan dengan baik. Hasil tersebut menjadi modal berharga sebelum menghadapi agenda olahraga disabilitas berikutnya di kawasan Asia.

Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, menjadi sasaran berikutnya bagi kontingen Indonesia tahun ini. Waktu sekitar satu bulan menjadi kesempatan bagi tim melakukan evaluasi secara menyeluruh sebelum berangkat. Evaluasi diperlukan untuk memperbaiki penampilan sekaligus mematangkan strategi menghadapi persaingan yang ketat di Nagoya.

Handayani menatap persaingan berikutnya dengan tekad meningkatkan kemampuan dan menjaga konsistensi permainan secara menyeluruh. Felix juga menargetkan peningkatan performa melalui penguatan teknik, mentalitas, dan pengambilan keputusan dalam pertandingan. Ketiga aspek tersebut dinilai penting untuk menghadapi pertandingan dengan tekanan yang lebih tinggi nantinya.

Persiapan menuju Nagoya juga berkaitan dengan upaya Indonesia mengejar tiket Paralimpiade Los Angeles 2028. Capaian di Seoul memberikan kepercayaan diri sekaligus gambaran kekuatan Indonesia menghadapi persaingan berikutnya nanti. Perjalanan menuju Los Angeles masih panjang, namun langkah dari Seoul menjadi bekal berharga bagi Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....