BI Maluku Utara Panen Raya Padi di Haltim, Perkuat Ketahanan Pangan dari Pesantren

  • 02 Agt 2026 17:12 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Halmahera Timur – Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur terus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pengembangan sektor pertanian. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pelaksanaan panen raya padi di Desa Toboino, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, Minggu, 2 Agustus 2026.

Panen raya ini menjadi bagian dari implementasi Program Kemandirian Pangan Pesantren yang dikembangkan Bank Indonesia bersama Pondok Pesantren Ibadurrahman. Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pangan, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan usaha pertanian yang berkelanjutan.

"Padi yang dipanen merupakan hasil budidaya Pondok Pesantren Ibadurrahman yang berada di bawah binaan Bank Indonesia Maluku Utara. Pengembangan lahan pertanian dimulai sejak 2025 pada areal seluas satu hektare dan kini telah berkembang menjadi enam hektare melalui penerapan konsep pertanian terintegrasi," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Fadhil Muhammad, saat menyampaikan sambutan.

Menurut Fadhil, dengan pengelolaan yang semakin baik, produktivitas panen diperkirakan mencapai 5 hingga 6 ton gabah per hektare. Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan sinergi berbagai pihak dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat pasokan pangan di Halmahera Timur.

Keberhasilan pengembangan pertanian di Pondok Pesantren Ibadurrahman tidak terlepas dari dukungan Bank Indonesia yang dilakukan secara bertahap bersama berbagai pemangku kepentingan. Dukungan tersebut mencakup penyediaan sarana dan prasarana pertanian hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar tercipta ekosistem pertanian yang produktif dan mandiri.

Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara bersama Pemerintah Daerah Halmahera Timur, dan perwakilan Ponpes Ibadurrahman melaksanakan panen raya padi Ponpes Ibadurrahman pada Minggu, 2 Agustus 2026. (Foto: RRI/Dhavi Baba).

Pada periode 2022 hingga 2023, Bank Indonesia memberikan pendampingan melalui program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) dan Program Unggulan Bank Indonesia (PUBI), pembangunan kandang sapi, greenhouse, serta pelatihan pertanian terintegrasi sebagai fondasi pengembangan usaha pertanian di lingkungan pesantren.

Memasuki tahun 2024, dukungan diperkuat dengan penyaluran paket Rice Milling Unit (RMU), mesin tanam padi, mesin pencacah, serta pelatihan hilirisasi pengolahan bawang merah. Berbagai bantuan tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menciptakan nilai tambah hasil pertanian.

Sementara pada tahun 2025, Bank Indonesia kembali memperkuat program melalui bantuan tray semai padi, combine harvester, serta kegiatan capacity building di bidang pertanian. Modernisasi peralatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi petani.

"Komitmen ini akan terus berlanjut pada tahun 2026 melalui Program AIR Berkah Indonesia," ucap Fadhil. Program ini meliputi pelaksanaan capacity building serta bantuan unit usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang diharapkan dapat membuka sumber pendapatan baru bagi Pondok Pesantren Ibadurrahman.

Melalui pengembangan unit usaha produktif tersebut, pesantren diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, tetapi juga memiliki aktivitas ekonomi yang memberikan nilai tambah dan pendapatan berkelanjutan bagi kelembagaan pesantren.

Selain mendampingi Pondok Pesantren Ibadurrahman, Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur juga telah membangun penguatan sektor pertanian sejak 2014. Berbagai kelompok tani di daerah itu menerima dukungan sarana produksi, modernisasi pertanian, hingga pemanfaatan teknologi.

Bantuan tersebut antara lain diberikan kepada Gapoktan Subur Jaya Bersama di Desa Tutuling Jaya berupa laboratorium, rumah pengering, rumah produksi, sensor teknologi, dan sarana pendukung lainnya. Kelompok Krida Mukti di Desa Akedaga memperoleh bantuan kandang sapi, sensor teknologi, serta fasilitas penunjang pertanian.

Sementara itu, Gapoktan Mitra Tani di Desa Toboino menerima bantuan kandang sapi, combine harvester, rumah pengering, serta sensor teknologi. Adapun Kelompok Permata Tani memperoleh dukungan berupa kandang sapi, traktor quick amberjack, mesin pencacah, hingga kolam silase untuk mendukung pengolahan pakan ternak.

Seluruh program tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur untuk membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan. Melalui peningkatan produktivitas, modernisasi pertanian, penguatan kapasitas petani, serta pengembangan kelembagaan ekonomi masyarakat, diharapkan tercipta sektor pertanian yang semakin tangguh, mampu menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....