Akademisi Unkhair Dorong Pengelolaan Agroforestri Terintegrasi di Foramadiahi

  • 20 Jun 2026 16:31 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Akademisi Unkhair (Universitas Khairun) mendorong masyarakat untuk mengelola lahan berbasis agroforestri. Kegiatan tersebut merupakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Bina Desa yang berlangsung di Kelurahan Foramadiahi, Kota Ternate, Jumat 19 Juni 2026.

Kegiatan PKM sendiri dilakukan dalam peningkatan kapasitas melalui penyampaian materi dan diskusi interaktif. Sabaruddin B, akademisi Unkhair menyampaikan bahwa kegiatan PKM menjadi upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat.

"Melalui PKM kategori Bina Desa ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dalam perencanaan, pengelolaan, dan pemanfaatan pada lahan yang dikelola oleh kelompok tani di Kelurahan Foramadiahi," ucap Sabaruddin, dosen program studi Kehutanan, Fakultas Pertanian Unkhair tersebut.

Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar perhutanan sosial, prinsip agroforestri, manfaat ekonomi serta ekologis dan strategi pengelolaan lahan berkelanjutan. Selain materi agroforestri, tim PKM juga menyampaikan upaya pemanfaatan lahan sebagai bagian mendukung program emisi karbon melalui FOLU Net Sink 2030.

Tidak hanya sosialisasi, kegiatan PKM juga berupa kegiatan praktik lapangan. Mahmi Tamrin, akademisi Unkhair menjadi pendamping masyarakat dalam penataan lahan, pemilihan tanaman yang sesuai untuk agroforestri terintegrasi hingga cara penanaman yang tepat.

Mahdi Tamrin (menggunakan kemeja), akademisi Fakultas Pertanian Universitas Khairun menjadi pendamping praktik lapangan dalam penerapan agroforestri terintegrasi di Kelurahan Foramadiahi, Ternate, Maluku Utara. (Foto : Tim PKM Fakultas Pertanian Universitas Khairun).

Kegiatan PKM dalam mendorong agroforestri juga menjadi upaya membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Pendampingan berkelanjutan menjadi target PKM dalam mendorong agroforestri terintegrasi.

"Adanya upaya pendampingan berkelanjutan dalam mendorong agroforestri terintegrasi dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjadi bagian dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan," kata Sabaruddin.

Jufri Hatari, Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Baharu menyampaikan apresiasi terhadap program PKM. Ia mendapat pengetahuan baru terkait penyerapan karbon yang tersimpan di lahan dan memiliki nilai ekonomis.

"Ternyata hasil lahan bukan hanya dari pala, cengkeh, durian, dan matoa saja, ternyata saya juga mendapat pengetahuan baru dari pohon yang terjaga tersebut dapat memiliki nilai ekonomis melalui penjualan hasil karbon yang tersimpan di lahan," kata Jufri.

Kegiatan PKM berjudul "Pendampingan Agroforestri Terintegrasi untuk Mendukung Perhutanan Sosial di Kelurahan Foramadiahi". Kegiatan ini sendiri mengajak serta kelompok masyarakat pengelola kawasan hutan sebagai bagian utama pelaksanaan PKM.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....