Peningkatan Pengelolaan dan Pelestarian Mangrove di Pulau Moti

  • 04 Mei 2026 16:56 WIB
  •  Ternate

RRI. CO. ID, Moti - Upaya meningkatkan kesadaran pengelolaan dan pelestarian pesisir melalui partisipasi masyarakat berlangsung di Sekretariat PKK Kelurahan Tadenas, Pulau Moti, Maluku Utara, Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh KKMD Malut (Kelompok Kerja Mangrove Daerah Maluku Utara) sebagai bagian upaya mendorong kapasitas dan kinerja dalam pengelolaan dan pelestarian ekosistem mangrove secara berkelanjutan.

Slamet Ahmad, Sekretaris Kelurahan Tadenas mengapresiasi program peningkatan kapasitas. Ia mendapatkan pengetahuan baru terkait peran penting mangrove bagi perlindungan pesisir.

Namun, ia berharap agar program tersebut terus berlangsung dalam bentuk lain tidak hanya soal edukasi dan sosialisasi. "Kami mengharapkan adanya program pemberdayaan dalam pembentukan wisata mangrove, pelatihan untuk memberi nilai tambah produk seperti dari pala dan mangrove itu sendiri," ucapnya.

Senada dengan Slamet, Rita Adam (34) juga mengapresiasi adanya program penguatan kelembagaan oleh KKMD seperti edukasi peran penting mangrove. Selain itu adanya pengetahuan terkait potensi besar dari hasil hutan dan mangrove yang dapat memberikan peluang pendapatan.

Rita juga mengharapkan adanya program keberlanjutan pemberdayaan masyarakat yang berbasis pelestarian pesisir. "Kalo boleh program jangan hanya menanam karena di lokasi tinggal saya (RT 3 Kelurahan Tadenas) kawasan mangrove masih luas jadi perlunya program perawatan dan yang saya inginkan sekali, kalo boleh ada pengembangan wisata mangrove," katanya.

Salah satu pesisir Pulau Moti yang telah kehilangan tutupan mangrove. Foto:RRI/Mario Panggabean

Terpisah, salah satu narasumber , Guru Besar FPIK Unkhair (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun), Prof. M. Janib Achmad, menyampaikan bahwa mangrove memiliki keterkaitan dengan kearifan lokal masyarakat pesisir di Maluku Utara. Terdapat pantangan agar tidak merusak mangrove karena memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir yang memiliki keterkaitan dengan mata pencaharian masyarakat.

Namun, ia juga melihat tantangan penurunan skala tutupan mangrove di Maluku Utara. Padahal mangrove memiliki banyak fungsi penting sebagai pelindung garis pantai, habitat bagi satwa pesisir, menjaga kestabilan suhu, hingga keterkaitan dengan budaya Maluku Utara yang lekat dengan alam sekitarnya.

Kegiatan penguatan kelembagaan masyarakat pengelolaan mangrove diikuti oleh perwakilan pemerintah daerah, unit pelaksana teknis pemerintah pusat, akademisi, Kelurahan Tadenas, masyarakat, hingga perwakilan kelompok masyarakat sipil yang didukung oleh M4CR (Mangrove for Coastal Resilience). Materi penguatan kelembagaan antara lain potensi mangrove, sinergitas pemda dan masyarakat dalam pengelolaan mangrove serta peluang dan tantangan kelompok perhutanan sosial di kawasan mangrove.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....