Ternate Darurat Sampah Plastik, Komunitas Trash Hero Ajak Warga Terapkan 5R

  • 25 Mei 2026 13:03 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Menjelang peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2026, komunitas lingkungan Tres Hero Chapter Ternate mengajak masyarakat lebih peduli terhadap persoalan sampah plastik yang semakin mengkhawatirkan di Kota Ternate. Ajakan itu disampaikan Ketua Trash Hero Chapter Ternate, Muhammad Assagaf, dalam dialog interaktif di RRI Ternate, Sabtu, 23 Mei 2026.

Menurut Assagaf, persoalan sampah plastik di Ternate tidak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung terhadap lingkungan, kesehatan hingga sektor pariwisata. “Di Kota Ternate, sampah yang terkumpul setiap hari kurang lebih sekitar 120 ton. Dari jumlah itu sekitar 20 persen merupakan sampah plastik atau sekitar 24 ton per hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagian sampah plastik tersebut berakhir di laut, tersangkut di drainase, berserakan di ruang publik hingga menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Beberapa lokasi yang dinilai paling rentan dipenuhi sampah plastik antara lain kawasan pantai, barangka, area kuliner, serta ruang publik seperti Taman Nukila, Fort Oranje dan Landmark Ternate.

“Jenis sampah yang paling banyak ditemukan saat clean up yaitu botol plastik, sedotan, gelas minuman, styrofoam, pembungkus makanan hingga puntung rokok,” katanya. Assagaf mengatakan, kondisi tersebut menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut Ternate sebagai kota kepulauan yang bergantung pada sektor wisata pesisir dan kelautan.

Ia mencontohkan kawasan wisata seperti Jikomalamo, Sulamadaha hingga Kastela yang dapat kehilangan daya tarik apabila dipenuhi sampah plastik. Selain mencemari lingkungan, sampah plastik juga berpotensi menghasilkan mikroplastik yang dapat masuk ke rantai makanan laut dan berdampak terhadap kesehatan manusia.

“Kalau ikan dan biota laut mengonsumsi mikroplastik, maka pada akhirnya manusia juga akan terdampak ketika mengonsumsi hasil laut tersebut,” ujarnya. Dalam dialog itu, Assagaf juga menyoroti perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, terutama saat musim hujan dengan memanfaatkan aliran air untuk membuang sampah ke got maupun barangka.

Menurutnya, perubahan perilaku menjadi kunci utama dalam mengurangi persoalan sampah plastik di Ternate. Trash Hero sendiri telah rutin melakukan aksi bersih lingkungan atau clean up selama 58 pekan di berbagai titik di Kota Ternate.

Selain aksi bersih, komunitas tersebut juga aktif melakukan edukasi ke sekolah, masyarakat hingga komunitas perempuan. “Kami ingin membangun kesadaran bahwa urusan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau komunitas, tapi tanggung jawab bersama,” katanya.

Sebagai solusi, Ia mengajak masyarakat menerapkan konsep 5R, yakni refuse (menolak), reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), repurpose (menggunakan ulang dengan fungsi berbeda), dan recycle (mendaur ulang). Assagaf mengimbau warga mulai membiasakan membawa tas belanja sendiri, tumbler, kotak makan, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Ia berharap momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini dapat menjadi penggerak kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, sekolah, komunitas dan pelaku usaha dalam mengurangi sampah plastik di Ternate. “Kalau kita bisa bersinergi dan berkolaborasi, insyaallah Ternate bisa menjadi kota yang lebih bersih dan nyaman,” ucapnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....