Proyek Rp99,9 Miliar Tugu Bahasa Nasional di Pulau Penyengat Resmi Dimulai

  • 06 Agt 2026 14:15 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau resmi menandatangani kontrak kerjasama pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di pulau penyengat bersama PT. Humindo Cipta Mandiri pada Kamis 6 Agustus 2026. Proyek strategis bernilai kontrak akhir sekitar Rp99, 9 miliar tersebut ditargetkan rampung pada akhir bulan Desember 2027.

Penandatanganan dokumen kontrak ini menjadi penanda dimulainya pegerjaan fisik proyek setelah PT Humindo Cipta Mandiri resmi ditetapkan sebagai pemenang lelang. PT Humindo Cipta Mandiri yang berbasis di Jakarta dipilih karena rekam jejaknya berpengalaman dalam membangun monumen, museum, dan gedung bertingkat serta rumah sakit.

“Alhamdulillah setelah kita lihat profilnya, perusahaan ini sangat berpengalaman dan berkompeten,” kata Rodi Yantari

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) Kepri, Rodi Yantari, mengatakan pengerjaan fisik tahap awal langsung dimulai setelah penandatanganan kontrak. Pihaknya berfokus pada tahapan persiapan lapangan serta merencanakan acara groundbreaking pada minggu ketiga bulan ini.

“Hari ini udah tanda tangan kontrak, artinya mulai hari ini sudah mulai pekerjaan persiapan ya,” ujarnya.

Baca juga: https://rri.co.id/tanjungpinang/regional/2572774/tugu-bahasa-nasional-rp101-miliar-di-pulau-penyengat-siap-groundbreaking

Rodi menyampaikan, Pemerintah daerah mengandeng Kejaksaan Tinggi Kepri, BPKP, dan Inspektorat untuk mendampingi pengawasan proyek besar ini. Langkah koordinasi ketat tersebut diambil untuk menjamin pelaksanaan pekerjaan berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan transparan.

“Karena ini proyek strategis semua stakeholder terkait kita libatkan agar pekerjaan ini berjalan lancar dengan baik tepat waktu dan tepat mutu,” tuturnya.

Sesuai arahan Gubernur Kepri, proyek ini diwajibkan menyerap tenaga kerja lokal dan memanfaatkan pasokan material setempat. Keterlibatan masyarakat Pulau Penyengat diprioritaskan pada sektor logistik, pengamanan, hingga pengerjaan teknis sesuai kapasitas keahlian.

“Nanti akan ada perusahaan maupun pekerja lokal juga akan kita libatkan sesuai dengan kemampuannya,” ucapnya.

Selanjutnya, Kontraktor pelaksana didampingi oleh tim Manajemen Kontruksi untuk memimpin dan memantau seluruh proses supervisi teknis di lapangan. Tahap awal pekerjaan berfokus pada mobilisasi alat berat, pembukaan akses jalan, serta pematangan lahan lokasi bangunan.

“Pengadaan sumber air bersih melalui pengeboran lokal juga menjadi prioritas awal mengingat karakteristik lokasi proyek yang berada di wilayah kepulauan,” katanya.

Kontraktor dijadwalkan mulai menurunkan mesin bored pile dan kran pemancang untuk penguatan fondasi struktur utama. Pembagian jadwal kerja detail akan disusun bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) secara bertahap selama masa persiapan.

“Diawal ini kita akan memobilisasi secara bertahap dengan PPK sesuai jadwal,” katanya.

Pekerjaan konstruksi skala penuh diperkirakan mulai aktif berjalan pada awal September setelah seluruh tahapan rapat koordinasi selesai. Penambahan personel lapangan akan disesuaikan secara dinamis mengikuti peningkatan kebutuhan struktur bangunan.

“Pekerjaan kontruksi secara penuh mulai aktif awal bulan September,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....