Penuh Sesak! Kunjungan RSUD RAT Melonjak 700 Pasien per Hari

  • 21 Jul 2026 11:42 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Angka kunjungan pasien rawat jalan di RSUD Raja Ahmad Thabib (RAT) Provinsi Kepulauan Riau melonjak tajam hingga mencapai 700 orang per hari setiap Senin dan Selasa. Lonjakan ini membuat kapasitas ruang tunggu poliklinik yang hanya berkapasitas 350 orang mengalami kelebihan muatan hingga dua kali lipat.

“Kunjungan rata-rata hampir 600 ratus orang, namun di Senin dan Selasa mencapai 700 orang,” kata Direktur RSUD RAT, Bambang Utoyo kepada RRI, Selasa, 21 Juli 2026.

Bambang Utoyo mengungkapkan bahwa kepadatan ini dipicu oleh tingginya arus pasien rujukan antar-kabupaten dan kota. Sebagai solusi taktis, manajemen rumah sakit terpaksa memberlakukan sistem operasional pelayanan klinis terpisah pada pagi dan sore hari.

“Berartikan angka kepuasan masyarakat terhadap rumah sakit cukup tinggi, untuk memberikan kenyamanan sistem pelayanan klinis kita pisah pagi dan sore hari,” ujarnya.

Keterangan: Suasana antrean pasien rawat jalan yang menunggu panggilan pelayanan medis di selasar poliklinik RSUD Raja Ahmad Thabib (RAT) (Foto: Risfan Badrian/RRI)

Guna mengurai benang kusut antrean tersebut, Pemerintah Provinsi Kepri menginisiasi proyek strategis berupa pemisahan total area layanan rawat jalan. Solusi jangka panjang ini diwujudkan melalui rencana pembangunan Gedung Poliklinik Terpadu setinggi enam lantai.

“Alhamdulillah pak Gubernur Kepri Ansar sangat merespon positif pemisahan total area layanan rawat jalan itu,” tuturnya.

Langkah darurat berupa penambahan fasilitas kursi tunggu di area selasar juga terus dilakukan agar tidak ada pasien yang terlantar tanpa tempat duduk. Manajemen berkomitmen bahwa proyek ini tidak sekadar membangun struktur beton, melainkan juga dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Agar tidak ada pasien yang terlantar tanpa tempat duduk, manajemen melakukan penambahan fasilitas kursi tunggu di area selasar,” katanya.

Bambang menjelaskan, sembari menunggu proyek fisik rampung, manajemen rumah sakit tetap mengoptimalkan layanan pendaftaran daring melalui aplikasi Simetris dan BPJS. Namun, kendala keterbatasan gawai dan pemahaman teknologi di kalangan pasien membuat loket pendaftaran manual tetap dibuka sejak pagi hari.

“Karena keterbatasan kita juga memberikan kesempatan masyarakat dapat mendaftar secara manual,” ucapnya.

Selain itu, sejumlah dokter sub-spesialis serta tenaga perawat saat ini tengah dikirim untuk menjalani pelatihan intensif di berbagai rumah sakit rujukan nasional. Langkah peningkatan mutu ini bertujuan untuk membentuk kerja tim medis yang solid demi mengakhiri drama antrean panjang pasien.

“Jadi tidak hanya fisik yang kita bangun, SDM nya juga kita siapkan untuk membentuk tim medis solid,” katanya, menambahkan.

Kepala Dinas PUPP Provinsi Kepri, Rodi Yantari, menyatakan bahwa proyek infrastruktur medis bertaraf rumah sakit pendidikan ini menguras anggaran sebesar Rp110 miliar. Alokasi dana yang bersumber dari pinjaman daerah tersebut ditargetkan memasuki proses lelang pada akhir Juli 2026.

“Pembangunan Gedung enam lantai ini bersumber dari pinjaman daerah saat ini sedang evaluasi Harga Perkiraan Sendiri oelh BPKP,” kata Rodi Yantari.

Gedung baru ini dirancang dengan total luas bangunan mencapai 10.380 meter persegi guna memecah penumpukan pasien secara masif. Lantai satu hingga lantai tiga nantinya akan difungsikan khusus untuk mengakomodasi 58 unit poliklinik spesialis secara terpadu.

“Beberapa di antaranya meliputi poli bedah, jantung, anak, jiwa, gigi, paru, hingga THT,” ujarnya.

Sementara itu, tata ruang pada lantai empat dan lantai lima akan dialokasikan penuh bagi pusat perkantoran manajemen rumah sakit. Pihak dinas juga mendesain lantai enam sebagai area aula terbuka dan fasilitas coffee shop tempat peristirahatan pasien.

Pembangunan fisik dengan skema tahun jamak (multi-years) ini dijadwalkan memulai penandatanganan kontrak kerja pada awal September mendatang. Dinas PUPP Kepri memproyeksikan seluruh rangkaian pengerjaan fisik gedung baru ini dapat rampung 100 persen pada akhir Desember 2027.

“Diproyeksikan pengerjaan fisik Gedung baru itu memakan waktu pelaksanaan selama 16 bulan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....