Harga Ayam dan Sapi Tanjungpinang Mulai Naik jelang Iduladha 1447 H

  • 18 Mei 2026 08:31 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Harga daging ayam dan daging sapi di Pasar Bintan Center, Kota Tanjungpinang, mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kenaikan harga dipicu terbatasnya pasokan dari pemasok lokal maupun luar daerah, Senin, 18 Mei 2026.

Pantauan di Pasar Bintan Center menunjukkan harga daging ayam kini mencapai Rp. 42 ribu per kilogram. Harga tersebut naik dibanding sebelumnya yang berada di kisaran Rp. 38 ribu hingga Rp. 40 ribu per kilogram, tergantung ukuran ayam.

Seorang Pedagang Ayam, Desy, mengatakan, kenaikan harga terjadi akibat berkurangnya stok ayam dari pemasok dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, sebagian besar stok ayam yang dijual pedagang berasal dari perusahaan lokal di Kabupaten Bintan.

“Tergantung ukuran ayamnya, kalau kecil Rp42 ribu, kalau sedang Rp40 ribu per kilogram,” ujar Desy.

Ia menjelaskan, pasokan ayam yang terbatas berpotensi menyebabkan harga kembali meningkat menjelang Iduladha. Hal ini terjadi, apabila distribusi tidak kembali normal.

“Kalau stok ayam normal kemungkinan harga tetap segini, tapi kalau stok benar-benar kurang bisa naik lagi harganya,” ucapnya.

Selain ayam, harga daging sapi juga mengalami kenaikan. Pedagang daging sapi, Anto, mengatakan harga daging sapi biasa kini mencapai Rp135 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp130 ribu per kilogram. Sementara harga daging sapi segar naik menjadi Rp160 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp150 ribu.

“Naik sudah lama bang, kalau daging segar sekarang Rp160 ribu per kilogram, sebelumnya Rp150 ribu,” ujar Anto.

Menurutnya, pasokan daging sapi didatangkan dari Kota Batam dan kenaikan harga mulai terasa sejak sepekan setelah Lebaran Idulfitri. Kondisi tersebut turut memengaruhi daya beli masyarakat di pasar tradisional.

Salah seorang warga, Rahayu, mengaku mulai mengurangi jumlah pembelian ayam karena harga yang dinilai cukup tinggi dibanding biasanya. Ia menyebut sebelumnya harga ayam masih berada di kisaran Rp38 ribu per kilogram.

“Sebelumnya harga ayam tidak sampai Rp42 ribu per kilogram, dulu normal sekitar Rp38 ribu, sekarang sudah Rp42 ribu,” ujar Rahayu.

Ia mengaku khawatir harga bahan pangan tersebut akan bertahan tinggi dalam waktu lama seperti kenaikan sebelumnya. Sehingga, ia memilih membeli kebutuhan secukupnya untuk konsumsi rumah tangga.

“Dulu naik jadi Rp40 ribu juga tidak turun lagi ke Rp38 ribuan, makanya saya beli setengah kilo saja untuk makan di rumah,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....