Hasil Supas 2025 Penduduk Kepri Meningkat, Laju Pertumbuhan Melambat
- 07 Mei 2026 12:48 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Penduduk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 sebesar 2.215,91 ribu jiwa orang. Meningkat jika dibandingkan dengan hasil sensus penduduk 2020 yang sebesar 2,06 juta orang.
“Terjadi peningkatan sebesar 1.679,16 ribu jiwa dari hasil SP2010 dengan laju pertumbuhan penduduk yang mengalami perlambatan menjadi 1,47 persen per tahun dalam 5 tahun terakhir,” ujar Kepala BPS Kepri, Toto Hariyanto Silitonga, Kamis, 7 Mei 2026.
Berdasarkan klasifikasi penduduk, maka sekitar 51,50% atau lebih dari separuh penduduknya merupakan generasi milenial dan Gen Z. Sementara rasio ketergantungan didapatkan dengan membagi jumlah penduduk usia produktif 15 sampai 64 tahun terhadap penduduk usia nonproduktif yaitu usia 0 sampai 14 tahun dan 65 tahun ke atas.
Rasio ketergantungan hasil SUPAS 2025 di Provinsi Kepulauan Riau mencapai 43,6. Artinya setiap 100 orang penduduk usia produktif menanggung sekitar 43 hingga 44 orang usia nonproduktif.
“Rasio ini menunjukkan tren menurun selama periode 2010 hingga 2025,” tuturnya.
Sementara itu, proporsi penduduk lanjut usia atau lansia dapat menunjukkan wilayah yang telah mengalami penuaan penduduk atau aging population dengan persentase penduduk 60 tahun ke atas sebesar 10% atau lebih. Hasil supas 2025 terdapat tiga kabupaten kota yang mengalami penuaan penduduk, yaitu Kabupaten Lingga, Kabupaten Karimun, dan Kota Tanjung Pinang.
“Di mana Kabupaten Lingga menjadi Kabupaten/Kota dengan persentase lansia tertinggi yaitu sebesar 12,81%,” ucapnya.
Angka Kelahiran Total/Total Fertility Rate (TFR) menggambarkan rata-rata jumlah anak yang dilahirkan hidup oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya (15-49 tahun). Hasil SUPAS 2025 menunjukkan bahwa TFR Provinsi Kepulauan Riau tercatat sebesar 2,17, mengalami penurunan dibandingkan dengan hasil LF SP2020 yang sebesar 2,21
Hal ini utamanya didorong oleh penurunan tingkat kelahiran yang cukup signifikan pada perempuan di kelompok usia 20 hingga 24 tahun. Jika dilihat berdasarkan wilayah kabupaten kota, masih terdapat disparitas TFR antar wilayah, Kota Tanjung Pinang merupakan wilayah dengan TFR terendah sebesar 2,07, Sedangkan Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan wilayah dengan TFR tertinggi sebesar 2,43.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....