SPMB 2026 Kepri Dorong Pemerataan dan Penguatan Pendidikan Kejuruan
- 30 Agt 2026 16:17 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (kepri) menilai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 berjalan cukup baik dengan melibatkan berbagai pihak dalam proses penetapan penerimaan peserta didik. Evaluasi tetap dilakukan untuk memperbaiki pelaksanaan SPMB agar semakin transparan dan mampu memberikan pemerataan akses pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, mengatakan proses penerimaan tahun ini menggunakan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) serta dilakukan melalui pleno dengan melibatkan BPMP, perwakilan pemerintah pusat, pengawas, Inspektorat dan Ombudsman. Menurutnya, kolaborasi tersebut membuat proses penerimaan tidak hanya menjadi kewenangan Dinas Pendidikan.
“Alhamdulillah SPMB tahun ini cukup baik, karena dalam menentukan penerimaan anak-anak kita lakukan melalui pleno dan berkolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Andi Agung, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Ia menjelaskan salah satu fokus dalam pelaksanaan SPMB tahun ini adalah pemerataan jumlah peserta didik di setiap satuan pendidikan. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi penumpukan siswa pada sekolah tertentu dan daya tampung dapat disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
“Yang kedua adalah bagaimana pemerataan, tidak lagi ada satuan pendidikan yang siswanya berlebih, semuanya kita sesuaikan dengan ketentuan,” katanya.
Dirinya mencontohkan SMK Negeri 1 Batam yang menerima pendaftar sekitar 2.500 calon siswa, namun sesuai ketentuan daya tampung hanya sekitar 960 siswa yang diterima melalui 24 rombongan belajar. Ia menilai kebijakan tersebut menjadi bagian dari perubahan pola penerimaan sekaligus upaya memperkuat pemerataan pendidikan di Kepri.
“Dulu bisa sampai 1.400 atau 1.500 siswa, tetapi tahun ini kita sesuaikan dengan ketentuan dan daya tampung yang tersedia,” tuturnya.
Ia menambahkan minat masyarakat terhadap pendidikan kejuruan juga mengalami peningkatan, khususnya di Kota Batam, dengan persentase siswa yang memilih SMK mencapai sekitar 62 persen pada 2026. Kondisi tersebut menjadi dorongan bagi Dinas Pendidikan untuk memperkuat hubungan antara sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri agar lulusan SMK memiliki kesiapan kerja.
Selain penguatan pendidikan vokasi, Dinas Pendidikan Provinsi Kepri juga mewacanakan penguatan kemampuan bahasa asing dalam kurikulum SMK, seperti Bahasa Inggris, Mandarin, dan Jepang. Kebijakan tersebut dinilai penting agar lulusan memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja maupun berinteraksi di lingkungan internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....