Waspada Karthula, Cuaca Tanjungpinang Masih Kering
- 25 Mar 2026 16:30 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang-Bintan memprakirakan kondisi cuaca di Kota Tanjungpinang hingga akhir Maret 2026 didominasi cerah hingga berawan. BMKG memperkirakan potensi hujan ringan akan terjadi pada 31 Maret 2026 dan 1 April 2026.
Kepala BMKG Tanjungpinang-Bintan, Ahmad Kosasih, mengatakan, kondisi ini dipengaruhi oleh minimnya pertumbuhan awan di wilayah Kota Tanjungpinang. Akibatnya, cuaca cenderung terasa lebih terik karena paparan panas matahari langsung ke permukaan bumi.
”Akhir Maret itu masih cerah sampai dengan berawan ya kan seperti itu jadi Potensi hujannya sangat kecil,” ujar Ahmad Kosasih, Rabu, 25 Maret 2026.
Menurutnya, secara klimatologis wilayah Tanjungpinang akan memasuki puncak musim hujan pertama pada April. Namun, potensi hujan yang terjadi pada awal April diperkirakan masih bersifat lokal dengan intensitas ringan.
”Potensi hujannya nanti di April itu sampai dengan dasarian yang kedua itu masih bersifat lokal,” ucapnya.
BMKG juga mencatat suhu udara yang terjadi saat ini masih dalam kategori normal. Berdasarkan data klimatologi selama 30 tahun, suhu maksimum normal di bulan Maret dapat mencapai 34,8 derajat Celcius, sementara kondisi saat ini masih berada di bawah angka tersebut.
Kosasih menjelaskan, bahwa adanya potensi titik panas atau hotspot di wilayah Tanjungpinang, meskipun jumlahnya relatif kecil. Beberapa titik sempat terpantau di kawasan Bukit Bestari dan Tanjungpinang Timur, sementara titik terbanyak berada di wilayah Kabupaten Bintan.
”Itu memang sempat ada di Bukit Bestari dan Tanjungpinang Timur, tapi masih sangat kecil,” tuturnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama dengan tidak membakar sampah sembarangan. Kondisi tanah yang kering serta angin yang cukup kencang dapat mempercepat penyebaran api sehingga sulit dikendalikan.
Lalu, masyarakat juga diminta untuk bijak dalam penggunaan air bersih mengingat minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Ketersediaan air yang mulai berkurang perlu dikelola dengan baik untuk kebutuhan sehari-hari.
Kosasih mengingatkan warga yang beraktivitas di luar ruangan, agar menjaga kondisi tubuh, mengingat suhu yang cukup terik berpotensi menyebabkan dehidrasi. Penggunaan pelindung diri seperti topi atau payung dianjurkan saat beraktivitas di siang hari.
”Dikhawatirkan ya terjadi dehidrasi kan seperti itu,” katanya.
Untuk mendapatkan informasi terkini terkait cuaca, masyarakat dapat memantau melalui siaran RRI, media sosial resmi BMKG, serta aplikasi Info BMKG. Informasi cuaca juga terus diperbarui secara berkala melalui kanal resmi tersebut.
”Semua ada terupdate berkait dengan informasinya,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....