Inspirasi Olahraga Ringan yang Aman Dilakukan saat Puasa di Bulan Ramadan
- 22 Feb 2026 14:55 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Ramadan bukan alasan untuk berhenti bergerak. Justru di bulan penuh berkah ini, menjaga kebugaran menjadi bagian dari ikhtiar merawat amanah tubuh.
Banyak orang khawatir olahraga saat puasa akan membuat tubuh cepat lemas. Padahal, dengan memilih jenis dan waktu yang tepat, aktivitas fisik tetap aman dan memberi manfaat.
Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, aktivitas fisik ringan hingga sedang tetap dapat dilakukan selama puasa dengan penyesuaian waktu dan intensitas. Penyesuaian tersebut bertujuan membantu mencegah dehidrasi serta menjaga kondisi tubuh tetap stabil selama menjalankan ibadah puasa.
Olahraga saat berpuasa justru dapat membantu menjaga metabolisme tubuh tetap aktif. Dengan intensitas yang terkontrol, energi dapat digunakan secara efisien tanpa membuat tubuh kelelahan secara berlebihan.
Salah satu pilihan olahraga ringan yang aman dilakukan adalah berjalan kaki santai. Aktivitas ini bisa dilakukan selama 20 - 30 menit menjelang waktu berbuka puasa.
Selain berjalan kaki, bersepeda santai juga menjadi alternatif yang menyenangkan. Ritme kayuhan yang stabil membantu melatih jantung tanpa membebani tubuh secara berlebihan.
Bagi yang lebih nyaman di dalam ruangan, yoga dapat menjadi pilihan tepat. Gerakan peregangan dan teknik pernapasan membantu tubuh lebih rileks sekaligus menjaga kekencangan otot.
Senam ringan dengan durasi singkat juga bisa dilakukan bersama keluarga di rumah. Selain menyehatkan, aktivitas ini dapat mempererat kebersamaan selama Ramadan.
Tak hanya itu, latihan kekuatan ringan seperti plank, squat, atau push-up dengan repetisi terbatas juga aman dilakukan. Pastikan untuk tidak memaksakan diri dan menghentikan latihan jika merasa pusing atau lemas.
Waktu terbaik untuk berolahraga saat puasa umumnya satu jam sebelum berbuka. Pada saat ini, tubuh bisa segera mendapatkan asupan cairan dan nutrisi setelah aktivitas selesai.
Alternatif lainnya adalah setelah salat tarawih ketika tubuh telah mendapatkan asupan nutrisi. Namun durasi dan intensitasnya tetap perlu dijaga agar tidak mengganggu waktu istirahat malam.
Meski begitu, tidak semua orang memiliki kondisi fisik yang sama. Jika muncul gejala, seperti, pusing, jantung berdebar tidak normal, atau lemas berlebihan, aktivitas sebaiknya segera dihentikan.
Selain olahraga, kualitas sahur juga menentukan daya tahan tubuh sepanjang hari. Konsumsi karbohidrat kompleks, protein, serta cairan yang cukup membantu menjaga energi tetap stabil.
Ramadan adalah momentum membangun kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan. Dengan perencanaan yang matang, puasa bukanlah penghalang untuk tetap aktif, melainkan momentum menjaga kebugaran sekaligus meningkatkan kualitas ibadah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....