Harga Ayam Potong Tinggi, Pedagang Keluhkan Program MBG
- 02 Des 2025 21:53 WIB
- Tanjung Balai
KBRN, Tanjungbalai: Sejumlah pedagang ayam potong di pasar tradisional Kota Tanjungbalai mengeluhkan tingginya harga jual ayam di pasaran. Kondisi ini disebut sebagai dampak langsung dari meningkatnya permintaan ayam untuk kebutuhan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis pemerintah.
Tingginya permintaan dari dapur layanan gizi tersebut membuat harga ayam di tingkat distributor menjadi tidak stabil dan cenderung tinggi. Hal ini menyebabkan pedagang kecil kesulitan mendapatkan stok dengan harga kompetitif dan terpaksa menjual ayam dengan harga tinggi.
Nia, seorang pedagang ayam potong, mengungkapkan bahwa pendapatan mereka ikut terdampak. Dengan harga yang terus menyesuaikan permintaan besar dari program pemerintah, keuntungan harian mereka menurun.
"Sekarang satu harga semua. Kami tidak bisa lagi ambil ayam dengan harga rendah seperti dulu. Dampaknya, keuntungan menurun," ujarnya.
Nia juga menyampaikan, ia sempat tidak mendapatkan stok ayam selama tiga hari karena sudah dipesan oleh SPPG dari peternak.
"Untuk ayam potong bersih saja sudah Rp40.000 per kilonya. Pihak peternakan mana mau tahu, ada Pemerintah yang mau borong ayam mereka," katanya.
Pedagang lain khawatir jika situasi ini berlanjut, usaha mereka bisa gulung tikar. Mereka berharap pemerintah segera meninjau ulang program tersebut atau setidaknya mengontrol distribusi agar pedagang kecil tidak dirugikan.
"Kalau terus seperti ini, kami pedagang kecil bisa terancam gulung tikar. Kami berharap pemerintah meninjau ulang program, atau setidaknya mengontrol distribusi," ucap Nia tegas.
Pedagang menyarankan solusi seperti penataan distribusi, penambahan suplai dari peternak, atau mekanisme harga yang lebih terkontrol.