Terduga Pelaku Pencabulan di Tanjungbalai Nyaris Diamuk Warga
- 01 Jun 2025 10:12 WIB
- Tanjung Balai
KBRRN, Tanjungbalai: Seorang pria berinisial S, yang diduga sebagai pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur, nyaris menjadi korban amuk massa. Hal itu terlihat saat hendak diamankan oleh pihak kepolisian.
Lokasi berada di Jalan PT Timur Jaya, Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Sabtu (31/5/2025) malam.
Warga yang geram dengan perbuatan pelaku langsung mengerumuni rumah tempat S bersembunyi setelah pelaku ketahuan melakukan aksinya. Emosi massa semakin memuncak setelah mengetahui korban masih balita, sementara pelaku sudah berusia 50 tahun.
Kepala lingkungan 1, Ari Irwan Syahputra, mengatakan kejadian sebelum magrib. Terduga pelaku sempat memandikan korban.
“Saya belum mendapatkan info pasti apakah pelaku sudah melakukan aksi keji nya atau belum. Saat itu saya dikabarkan warga terjadi pencabulan dan saya bersama warga mendatangi rumah pelaku namun sudah melarikan diri ke lingkungan tujuh,” ujar Ari.
Terduga pelaku kemudian bersembunyi di salah satu rumah warga masuk dari pintu samping yang tidak terkunci. Saat itu sedang kosong karena pemilik rumah melaksanakan shalat maghrib di Masjid.
Setelah pemilik rumah pulang dan terkejut saat membuka pintu melihat seseorang yang ia kenal sedang duduk di sudut bagian rumah dengan keadaan terluka.
Selanjutnya pelaku mengakui perbuatannya kepada pemilik rumah. Tidak berapa lama, sejumlah warga datang dan pelaku nyaris diamuk massa, beruntung pihak kepolisian dari Polsek Teluk Nibung tiba di lokasi dan mengamankan pelaku.
Saat pelaku dibawa ke Polres Tanjungbalai, ratusan massa sudah berkumpul sehingga proses evakuasi pelaku berlangsung lebih 2 jam.
Dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian, pelaku berhasil dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa ke Polres Tanjungbalai.
Pelaku diketahui, bahwa terduga pelaku warga belawan yang baru datang ke Tanjungbalai sekitar dua bulan. Istri terduga pelaku merupakan warga Beting Kuala Kapuas dan saat ini tinggal di Belawan.
Keterangan sejumlah warga, S diduga juga melakukan hal yang serupa saat di belawan dan melarikan diri ke kota Tanjungbalai. Sementara anak dan istri nya masih tinggal di belawan. Pelaku sendiri tinggal ditempat mertua nya dan bekerja sebagai pembuat kapal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....