Isak Tangis Keluarga Pecah saat Jenazah Azwar Tiba

  • 09 Agt 2025 00:59 WIB
  •  Tanjung Balai

KBRN, Tanjungbalai: Isak tangis keluarga pecah saat ambulance Pemkab Asahan tiba di depan rumah membawa jenazah Azwar, WNI asal Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, yang meninggal di Kamboja. Jenazah Azwar akhirnya tiba di tanah air setelah hampir 2 bulan proses pemulangan dengan bantuan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Jenazah Azwar tiba di rumah duka pada pukul 12.30 WIB, di Kelurahan Bunut, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Jumat (8/8/2025). Saat peti jenazah dibuka, tangisan keluarga semakin pecah sehingga satu keluarga jatuh pingsan karena mendapatkan Azwar pulang ke kampung halaman sudah tidak bernyawa.

Jenazah Azwar diangkut menggunakan pesawat Malaysia Airlines dan tiba di kargo Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, sekitar pukul 08.30 WIB. Menurut laporan resmi KBRI, Azwar dilaporkan meninggal dunia akibat cedera kepala karena jatuh dari gedung pada 10 Juni 2025.

KBRI meminta agar kepolisian melakukan investigasi atas kejadian meninggalnya Azwar dan meminta agar pihak-pihak terkait bertanggung jawab atas penanganan jenazah almarhum.

Pemulangan jasad Azwar sempat tertahan selama dua bulan dan akhirnya, jenazah Azwar dapat dipulangkan karena pihak pengelola gedung di mana almarhum Azwar meninggal bersedia menanggung biaya pemulangan Azwar.

Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, mengatakan bahwa Azwar masuk ke Kamboja dengan non-prosedural melalui Malaysia pada April 2025.

"Kami mengimbau WNI untuk berhati-hati terhadap modus penipuan tawaran pekerjaan ke luar negeri yang too good to be true. WNI agar menggunakan jalur resmi dalam melakukan proses penempatan kerja di luar negeri," kata Santo.

Menurutnya, lonjakan kasus yang melibatkan WNI di Kamboja pada tahun 2025 cukup signifikan. Selama Januari hingga Juni, KBRI Phnom Penh menangani 2.585 kasus perlindungan WNI, dengan 83 persen atau 2.100 kasus terkait WNI yang terlibat jaringan dan aktivitas penipuan daring.

KBRI Phnom Penh mendorong penguatan sinergi lintas sektoral untuk melindungi WNI di luar negeri, baik kerja sama dengan instansi terkait maupun otoritas Kamboja.

"KBRI siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk mengusut jaringan yang memberangkatkan WNI secara non-prosedural untuk dipekerjakan secara ilegal, termasuk dalam kasus almarhum Azwar," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....