Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan untuk Masa Depan

  • 01 Okt 2025 14:34 WIB
  •  Takengon

KBRN,Takengon: Hari Pariwisata Sedunia yang diperingati setiap 27 September bukan sekadar momen seremonial. Tahun 2025 ini, tema yang diangkat adalah “Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan”, sebuah pesan yang menegaskan kembali pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan sektor pariwisata dengan pelestarian budaya, perlindungan alam, dan pemberdayaan masyarakat. Sebagai duta wisata Aceh Tengah, saya percaya pariwisata tidak hanya tentang mengunjungi destinasi indah atau mencicipi kuliner khas, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga warisan budaya, melestarikan alam, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

Transformasi berkelanjutan hadir sebagai jawaban untuk mengimbangi perkembangan pariwisata yang pesat agar tidak merusak daya tarik utama destinasi itu sendiri. Setiap langkah pembangunan harus memikirkan kelestarian alam, pelestarian budaya lokal, dan pemberdayaan masyarakat, sehingga pariwisata benar-benar menjadi sumber kesejahteraan bersama. Kita melihat bagaimana destinasi wisata alam di daerah pegunungan kini tidak hanya menjadi lokasi rekreasi, tetapi juga simbol ekowisata yang mengajarkan pengunjung untuk mencintai alam, membatasi penggunaan plastik sekali pakai, serta terlibat dalam kegiatan penanaman pohon sebagai wujud nyata menjaga lingkungan.

Transformasi ini tidak akan berhasil tanpa partisipasi wisatawan. Setiap orang yang berkunjung memiliki tanggung jawab untuk menjadi bagian dari solusi, mulai dari menghormati adat dan budaya setempat, mengurangi sampah dengan membawa perlengkapan sendiri, memilih produk dan jasa lokal, hingga mendukung destinasi yang menerapkan prinsip ramah lingkungan. Dengan langkah-langkah sederhana itu, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan tempat yang dikunjungi, tetapi juga ikut memastikan keindahan tersebut tetap lestari bagi generasi mendatang.

Peringatan Hari Pariwisata Dunia tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, wisatawan, dan duta wisata dalam menciptakan sistem pariwisata yang tidak merusak tetapi justru memulihkan dan memperkaya. Transformasi menuju pariwisata berkelanjutan memang tidak dapat dilakukan dalam semalam, tetapi melalui kesadaran, edukasi, dan kebijakan yang tepat, langkah-langkah kecil yang dimulai hari ini akan membawa dampak besar di masa depan.

Sebagai duta wisata daerah, saya mengajak semua pihak untuk merayakan Hari Pariwisata Dunia ini dengan aksi nyata: menjaga lingkungan, menghargai budaya lokal, dan mendukung ekonomi kreatif masyarakat sekitar destinasi wisata. Pariwisata yang berkelanjutan bukan hanya slogan, melainkan gerakan bersama untuk memastikan keindahan dan keberagaman alam serta budaya Indonesia tetap lestari bagi generasi yang akan datang. Mari kita jadikan pariwisata sebagai jalan menuju masa depan yang lebih hijau, inklusif, dan berdaya bagi semua.

Penulis Opini oleh : Ilma Ruhmi (Duta Wisata Aceh Tengah). 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....