Kemajuan Teknologi Perlu Diimbangi Penguatan Akhlak
- 19 Sep 2026 09:29 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon - Persoalan moral dan spiritual di tengah perkembangan zaman menjadi salah satu perhatian dalam Ceramah Subuh yang disampaikan secara langsung dari Masjid Agung Ruhama Takengon, Sabtu, 19 September 2026. Tausiyah disampaikan oleh Tgk. Khairu Hasliansya Melala, S.Pt.
Dalam ceramahnya, Tgk. Khairu menyoroti fenomena kehidupan manusia pada abad ke-21 yang ditandai dengan perkembangan teknologi secara pesat. Menurutnya, kemajuan tersebut perlu diimbangi dengan penguatan akhlak dan spiritual agar manusia tidak hanya mampu menguasai perkembangan teknologi, tetapi juga mampu mengendalikan hawa nafsunya.
Ia menyebut sejumlah persoalan sosial yang menjadi tantangan kehidupan masyarakat, di antaranya penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hedonisme, korupsi dan judi online.
Tgk. Khairu menjelaskan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi sosial, tetapi juga berkaitan dengan kondisi batin manusia. Ia mengibaratkan penyakit hati seperti kesombongan, iri, dengki dan keinginan mendapatkan jabatan atau popularitas dengan menghalalkan segala cara sebagai persoalan yang dapat memberikan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Al-Qur’an disebut memiliki fungsi sebagai obat bagi penyakit batin. Berdasarkan Surah Yunus ayat 57, Al-Qur’an disebut sebagai pelajaran, penyembuh bagi penyakit yang terdapat dalam dada, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Menurut Tgk. Khairu, penyakit fisik memang perlu mendapatkan pengobatan, tetapi penyakit batin juga tidak boleh diabaikan. Sebab, penyakit batin yang tidak dikendalikan dapat memengaruhi perilaku seseorang dan berdampak terhadap orang lain.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam berbagai aspek kehidupan. Nilai-nilai Al-Qur’an, menurutnya, dapat menjadi landasan dalam membangun kejujuran, tanggung jawab, kepedulian sosial serta hubungan yang baik dalam keluarga dan masyarakat.
Lebih lanjut, ia mengajak jamaah untuk tidak hanya memahami Al-Qur’an secara tekstual, tetapi juga mengamalkan pesan-pesannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, membaca Al-Qur’an diharapkan tidak berhenti pada aktivitas ibadah, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku.
Di penghujung ceramah, Tgk. Khairu mengajak jamaah untuk membiasakan membaca Al-Qur’an secara rutin bersama keluarga. Ia juga mengingatkan agar Al-Qur’an yang berada di rumah tidak hanya menjadi pajangan, melainkan benar-benar dibaca, dipahami dan diamalkan.
Ceramah Subuh kemudian ditutup dengan pesan agar masyarakat terus mendekatkan diri kepada Al-Qur’an sebagai sumber pelajaran, obat bagi penyakit hati, petunjuk kehidupan serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....