Merenungi Tanda-Tanda Kekuasaan Allah dalam Kehidupan

  • 19 Sep 2026 05:51 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Jamaah Salat Subuh di Masjid Agung Ruhama Takengon diajak untuk senantiasa merenungkan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT yang terdapat di alam semesta maupun dalam diri manusia.

Pesan tersebut disampaikan Tgk. Hasyimi, S.Ag dalam ceramah Salat Subuh yang turut disiarkan secara langsung oleh PRO 1 RRI Takengon dari Masjid Agung Ruhama Takengon, Sabtu, 19 September 2026.

Mengawali ceramahnya, Tgk. Hasyimi mengajak jamaah untuk mensyukuri nikmat Allah SWT karena masih diberikan kesempatan untuk melaksanakan Salat Subuh secara berjamaah. Ia mengingatkan bahwa kesempatan beribadah merupakan nikmat yang patut dipertahankan dan disyukuri.

Tgk. Hasyimi kemudian mengangkat kandungan Surah Az-Zariyat mengenai tanda-tanda kekuasaan Allah yang terdapat di bumi dan dalam diri manusia. Menurutnya, berbagai fenomena yang ada di sekitar manusia merupakan tanda kebesaran Sang Pencipta bagi orang-orang yang memiliki keyakinan.

Ia menjelaskan bahwa manusia juga memiliki banyak hal yang patut direnungkan, mulai dari bentuk fisik, kulit, rambut, usia, hingga berbagai organ dan fungsi tubuh. Semua itu menunjukkan kebesaran Allah SWT sebagai Sang Pencipta.

“Allah menyuruh kita, afala tubsirun, apakah kita tidak memperhatikannya,” demikian inti pesan Tgk. Hasyimi saat mengajak jamaah untuk lebih memperhatikan dan merenungkan berbagai tanda kebesaran Allah yang ada dalam diri manusia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kehidupan manusia juga sangat bergantung pada ketetapan Allah melalui alam. Hujan, misalnya, menjadi salah satu sarana yang memungkinkan tumbuhnya berbagai tanaman dan menyediakan kebutuhan kehidupan manusia.

Menurut Tgk. Hasyimi, manusia perlu meyakini bahwa alam semesta tidak tercipta dengan sendirinya. Kemampuan akal manusia memiliki keterbatasan karena akal itu sendiri merupakan ciptaan Allah SWT.

Karena itu, ia mengajak jamaah untuk terus memperluas pengetahuan sekaligus memperkuat keimanan. Berbagai tanda kebesaran Allah di alam semesta dan dalam diri manusia hendaknya menjadi bahan renungan untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

Ceramah ditutup dengan doa agar jamaah senantiasa mampu menjalankan perintah Allah SWT, memperoleh keberkahan dalam kehidupan dunia, serta mendapatkan keridaan dan kenikmatan di akhirat sebagaimana yang telah dijanjikan-Nya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....